Berita

Samarinda Global City Batal Terbangun

26 Februari 2009
Diposting oleh: Ir. Ismono
Sumber:

Samarinda Global City Batal Terbangun SAMARINDA - Rencana pembangunan Big Mal di Jl Untung Suropati Sungai Kunjang Samarinda, kini terhenti. Usut punya usut, ternyata ini akibat krisis global yang dampaknya kini mulai terasa di Indonesia. Menanggapi status Big Mal Samarinda Global City (SGC) yang hingga saat ini aktivitas pembangunannya terhenti, Kepala Dinas Cipta Karya Ir Yosef Barus Meng Sc menjelaskan, hingga saat ini beberapa penyandang dana yang membiayai pembangunan SGC mengalami kendala keuangan akibat krisis global, karenanya pembangunan terhenti di tengah jalan. ”Akibat krisis global yang terjadi saat ini, beberapa penyandang dana pembangunan SGC mengalami kesulitan keuangan, dan itu menjadi penyebab terhentinya pembangunan.

Dia juga menambahkan, status Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari SBM telah dibekukan pihaknya untuk sementara. “Mengenai status IMB dari SBM kita bekukan dulu untuk sementara sampai jangka waktu yang belum kita tentukan” jelasnya.

Untuk diketahui, SGC rencananya akan dibangun di samping kompleks ruko Mahakam Square, atau di depan Perumahan Karpotek Sungai Kunjang. Di atas lahan seluas 6 hektare, developer PT Borneo Inti Graha dari Banjarmasin yang juga owner Duta Mall Banjamasin, akan membangun mal, trade center, city walk, hotel, apartemen, water boom dan office building. Yang spektakuler, dua apartemen tower yang akan dibangun rencananya masing-masing 34 lantai, dengan desain minimalis modern dan mirip gedung BNI City Jakarta. Apartemen setinggi itu katanya bakal menjadi gedung tertinggi di luar Jawa.

SGC juga bakal menjadi superblok terbesar dan termegah di Kalimantan, mengalahkan Balikpapan Superblok (BSB) di Balikpapan. Salah satu agen properti yang memasarkan SGC mengatakan, mereka sudah closing (perjanjian kerja sama) dengan beberapa konsumen, salah satunya jaringan Bioskop 21. Sementara negosiasi dengan hypermarket seperti Giant dan Carefour masih berjalan intensif.

Launching proyek ini rencananya dimulai bulan Juli 2008, dan pengerjaan tanah direncanakan dimulai sejak bulan September 2008. Proyek dijadwalkan selesai dalam 24 bulan. Namun, hingga kini terhenti tanpa kepastian.

Sekkot Samarinda Fadly Illa menyayangkan terhentinya pengerjaan proyek mal yang disebut-sebut akan menjadi ikon Samarinda ini. “Kami tak bisa berbuat apa-apa. Yang jelas, ini sangat disayangkan karena bila proyek ini terealisasi, maka perekonomian di Samarinda akan meningkat drastis,” ujarnya