Selamat Datang di Website Official Bappeda Samarinda.

Jembatan Mahkota II Segera Diresmikan

Diterbitkan Pada 10 Januari 2017 | Tidak ada kategori

SAMARINDA – Dalam waktu dekat, Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II dapat dinikmati warga Kota Tepian. Kendati begitu, prasarana untuk memecah akses jalan di Kecamatan Sambutan masih terkendala anggaran. Tak ayal, lalu lintas sementara bakal menumpuk di sekitar Sungai Dama.“Kami masih menunggu dana pengadaan lahan untuk jalan pendekat tersedia atau tidak pada 2017 ini,” ucap Ibrohim, kabag Perkotaan Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, beberapa waktu lalu.Perhitungan harga ganti rugi tim penaksir serta pengukuran peta bidang tanah, terang Ibrohim, telah selesai dan menyesuaikan kemampuan pemkot untuk membuat jalan pendekat tersebut.Hasil perhitungan tim penaskir beragam. Bergantung lokasi yang dibebaskan dengan harga berkisar Rp 100–900 ribu.“Lahan yang sudah dihitung seluas 18 hektare, panjang 3 kilometer dengan lebar sekitar 20 meter. Kalau sudah dibeli bisa memecah akses nantinya. Bahkan, jalurnya bisa langsung ke Mugirejo,” jelasnya.“Jalan ini untuk memecah lalu lintas biar tak tertumpuk di Sungai Dama,” lanjutnya.Meski komunikasi dengan pemilik lahan sudah ditempuh, pemkot belum membuat kesepakatan lantaran belum adanya kepastian anggaran yang akan digelontorkan untuk jalan pendekat tersebut. “Untuk ini (jalan pendekat Jembatan Mahkota II) dana yang dibutuhkan sekitar Rp 60–70 miliar,” akunya.Apalagi selepas disahkannya aturan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bagian yang dipimpinnya itu tak menutup kemungkinan akan dilebur ke instansi lain yang membidangi pengadaan lahan.Selain pengadaan jalan pendekat Jembatan Mahkota II, ada pembebasan lahan untuk jalan pendekat pelabuhan penumpang di Palaran yang masih menunggu pengukuran dan inventarisasi pemilik lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Samarinda.Lalu, pengadaan lahan jalan flyover Air Hitam yang menunggu pelepasan aset dari BUMN. “Untuk lahan Waduk Benanga masih negosiasi harga. Mungkin akan dipercepat karena pekerjaan dari APBN mau masuk,” jelasnya