Selamat Datang di Website Official Bappeda Samarinda.

Online Support

Admin

Statistik Pengunjung

Pengunjung Hari ini : 823
Pengunjung Minggu ini : 564
Pengunjung Bulan ini : 2959
Pengunjung Keseluruhan : 24540

Imbas Reboisasi Tak Optimal

Diterbitkan Pada 12 Januari 2017 | Tidak ada kategori

JIKA bicara soal kebersihan, Samarinda masih jauh tertinggal dibanding daerah lain. Tidak usah dulu bicara soal jalan yang bebas debu. Hal mendasar seperti permukiman kumuh saja masih mudah ditemui di Kota Tepian.Meski demikian, bukan berarti pemkot tanpa upaya dalam mendekati predikat kota bersih. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda Sugeng Chairuddin menyatakan, pihaknya akan tetap melakukan tugas sehari-hari dalam hal kebersihan. “Memang cuaca menjadi faktor penghambat pencapaian hasil yang maksimal,” ujarnya, Senin (9/1).Cuaca yang buruk membuat tanah dan lumpur mengalir hingga ke jalan. Jika tidak, akan mengendap di sistem drainase dan mempermudah luapan air. Dia menjelaskan, itu tidak lepas dari sistem penghijauan atau reboisasi tepi kota yang belum berjalan baik. Ditambah lagi jenis tanah di Samarinda berbeda dibanding daerah lain. “Seperti Balikpapan, tanahnya berbeda. Itu yang menyebabkan debu banyak,” tuturnya.Dia mengatakan, Samarinda menjadi juara lomba kebersihan selalu menjadi impian. “Tapi karena makin ke sini, persyaratannya semakin sulit. Kami perlu mengukur diri dengan meningkatkan kualitas,” jelas Sugeng.Ketika dimintai keterangan mengenai anggaran yang dikeluarkan untuk sisi kebersihan kota ke depannya, dia menuturkan belum tahu pasti. Itu tidak lepas dari masa transisi sejak penerapan organisasi perangkat daerah (OPD) baru.“Yang pasti untuk kegiatan kebersihan akan tetap berjalan. Sementara gaji petugas kebersihan, BBM (bahan bakar minyak), serta kegiatan operasional sudah pasti masuk anggaran kami. Selebihnya akan kami tinjau kembali,” jelasnya.