Selamat Datang di Website Official Bappeda Samarinda.

Katrol Pendapatan dengan Smart City

Diterbitkan Pada 18 April 2017 | Tidak ada kategori

SAMARINDA – Tidak sekadar mempermudah administrasi dan perizinan, smart city nantinya menjadi cara untuk mengatrol pendapatan daerah. Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Kominfo (Diskominfo) Samarinda Aji Syarif Hidayatullah. Dia mengatakan, sistem smart city meminimalisasi penunggakan pajak yang dilakukan masyarakat.“Misal ada yang mau mengurus perizinan, ternyata dia belum melunasi PBB (pajak bumi dan bangunan). Otomatis sistemnya akan terkunci dan hanya bisa diakses setelah dia melakukan pelunasan,” terang laki-laki yang akrab disapa Dayat itu.Diketahui, penerimaan PBB di Samarinda belum maksimal. Diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda Hermanus Barus, belum lama ini, sepanjang 2016, dari 201 ribu surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang dikeluarkan, hanya setengah yang kembali. “Sedangkan nilai SPPT yang kami keluarkan itu Rp 50 miliar,” ucap Barus.Kesadaran masyarakat ini masih kurang, sosialisasi pun digencarkan Bapenda. Selain sosialisasi, dengan smart city yang bakal berlaku, wajib pajak tidak perlu dikejar-kejar. Sebab, jika mereka tidak segera membayar, bakal susah mendapat perizinan. Jika perizinan tak didapat, usaha bakal susah berjalan karena salah satu persyaratan mendapatkan permodalan dari bank adalah perizinan usaha.“Smart city itu nanti semua terintegrasi. Dari perizinan bisa pakai data dari kependudukan, kelurahan, dan sebagainya,” timpal Dayat. Dia mengungkapkan, saat ini, timnya yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai komunitas start-up hingga mahasiswa, mempersiapkan data kependudukan. Mengingat, saat ini, data kependudukan di Samarinda belum semua tervalidasi. Dia memperkirakan, akhir 2017, usaha timnya untuk bidang kependudukan sudah siap. Selanjutnya, tinggal mengintegrasikan aplikasi dan sistem yang ada di tiap-tiap instansi.“Mereka bakal terjun ke lapangan juga. Sehingga, data yang didapat benar-benar valid,” pungkas Dayat. Dia berharap, Samarinda bisa menjadi smart city. Dengan demikian, masyarakat akan dimudahkan. Administrasi dan kepatuhan masyarakat juga meningkat. Jadi, memberikan nilai positif pada pembangunan Kota Tepian