Selamat Datang di Website Official Bappeda Samarinda.

Opsi Ideal Normalisasi SKM

Diterbitkan Pada 19 April 2017 | Tidak ada kategori

BANJIR yang rutin melanda Simpang Empat Sempaja; Jalan Wahid Hasyim dan Jalan PM Noor memantik keluhan masyarakat yang berlalu lalang. Dari riset yang dilakukan Kaltim Post, warga Kota Tepian mengaku banjir di kawasan ini semakin parah dari tahun ke tahun. Dari 64 koresponden, hanya 9 persen yang menjawab tidak.Bahkan saat ditanya tentang peran Wali Kota Syaharie Jaang dan Wawali Nusyirwan Ismail dalam menangani banjir di kawasan tersebut, sebanyak 78 persen koresponden menilai kebijakan yang ditempuh Jaang dan Nusyirwan belum optimal. Memperbanyak kanal dianggap warga tak sepenuhnya menjadi solusi.Menurut mereka, penataan drainase lebih efektif mengurai banjir yang sering melanda.Untuk ini, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail angkat bicara. Politikus Nasional Demokrat (Nasdem) itu tak menampik jika upaya yang telah ditempuh untuk menangani banjir belum mampu memuaskan. “Kami terus berupaya,” sebutnya.Salah satunya, sebut dia, pengendalian banjir yang tengah dirombak pemkot berdasarkan kemampuan fiskal pemerintah. “Memang upaya kami saat ini tak ideal. Tapi, setidaknya ini dapat mengurangi beban air yang meluap ke jalan,” tuturnya. Merekayasa jalur air menjadi upaya pemerintah di tengah keringnya anggaran untuk menyiasati kerja pemkot.Pembangunan polder atau kolam retensi tak menutup kemungkinan dengan proses panjang dan memakan duit yang tak sedikit. “Belum lagi pembebasan lahannya,” lanjutnya. Karena itu, upaya mengawal air menuju SKM memang menjadi satu-satunya opsi yang dapat ditempuh sejauh ini. Penertiban izin lahan, diakuinya, tak begitu saja dapat diambil lantaran telah ada beberapa izin yang diterbitkan di tahun-tahun sebelumnya. “Kalau timbul pelanggaran bisa menjadi celah kami,” tutupnya