Selamat Datang di Website Official Bappeda Samarinda.

IPM Kaltim Naik Jadi 74,59

Diterbitkan Pada 19 April 2017 | Tidak ada kategori

SAMARINDA – Indeks Pem-bangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan per-hitungan BPS setempat sepanjang 2016, mengalami kenaikan menjadi 74,59, dari tahun sebelumnya sebesar 74,17 yang menggambarkan pembangunan manusia terjadi perbaikan.
“Angka IPM Kaltim mengalami peningkatan sebesar 0,42 poin ketimbang IPM tahun sebelumnya yang tercatat 74,17 poin, sehingga angka IPM di Kaltim statusnya tinggi karena IPM provinsi lain banyak yang lebih rendah,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah, kemarin.Menurutnya, capaian pembangunan manusia di Provinsi Kaltim merupakan yang tertinggi di kawasan Indonesia bagian timur yang didongkrak oleh tujuh kabupaten/kota dengan status tinggi, dari 10 daerah yang tersebar di Kaltim.Sebanyak tujuh daerah yang mendongkrak IPM Kaltim itu adalah Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Kota Balikpapan, Samarinda, dan Kota Bontang.Sementara itu, tiga kabupaten lainnya yang status pembangunan manusianya kategori “sedang” adalah Panajam Paser Utara, Mahakam Ulu, dan Kabupaten Kutai Barat.
Dalam periode 2015-2016, lanjutnya, tercatat ada tiga kabupaten/kota di Kaltim yang paling cepat melakukan peningkatan pembangunan manusia, yakni Penajam Paser karena didorong oleh dimensi kesehatan dan pendidikan.Sedangkan Kabupaten Paser dan Mahakam Ulu yang IPM-nya meningkat, lebih banyak disumbang dari adanya perbaikan standar hidup layak dan indikator pendidikan.
Ia melanjutkan, rincian komponen pembentukan IPM Kaltim adalah angka harapan hidup tahun 2016 sebesar 73,68 tahun, meningkat 0,03 tahun ketimbang tahun sebelumnya, harapan lama sekolah sebesar 13,35 tahun, meningkat 0,17 tahun ketimbang 2015.Kemudian rata-rata lama sekolah penduduk Kaltim yang berusia 25 tahun ke atas adalah 9,24 tahun, meningkat 0,09 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.Selanjutnya komponen pengeluaran per kapita yang disesuaikan harga konstan masyarakat mencapai Rp11,36 juta pada 2016, atau mengalami peningkatan senilai Rp126 ribu ketimbang tahun sebelumnya.“IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yakni umur panjang dan hidup sehat (angka harapan hidup), pengetahuan (rata-rata lama sekolah), kemudian standar hidup layak (pengeluaran per kapita per tahun),” ujar Habibullah.