Berita Terbaru

RSS

Pernyataan Awang Menuai Pro-Kontra

11 November 2009

Pernyataan Awang Menuai Pro-Kontra SAMARINDA, - Kritik dan pernyataan keras Gubernur Kaltim Awang Faroek menuai pro dan kontra. Sejumlah anggota DPRD hingga pengurus organisasi kemasyarakatan mengecam karena pilihan kata "brengsek" dianggap terlalu vulgar dan tidak etis. Namun bagi Niel Makinuddin, pengamat sosial dan lingkungan, pernyataan gubernur justru harus mendapat apresiasi tinggi. Gubernur menurutnya, menekankan pentingnya para kepala daerah di Kaltim untuk melakukan koreksi dan otokritik terhadap pengelolaan lingkungan hidup di daerah masing-masing.

Optimistis Pusat Merespon

11 November 2009

Optimistis Pusat Merespon SAMARINDA. Carut marut pembangunan Bandra Samarinda Baru di Kelurahan Sungai Siring Samarinda utara memasuki babak baru. Itu setelah kontrak PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) diputus dan proyeknya pun akan dialihkan ke Pemprov. Untuk dapat mencapai target realisasi pembangunan bandara ini, kini Pemprov Kaltim berupaya agar pendanaannya dapat dianggarkan melalui APBN. Perjuangan itu pun akan dimulai beberapa hari ke depan. Sesuai rencana, beberapa hari mendatang Gubernur Awang Faroek Ishak beserta kalangan DPRD Kaltim akan melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan.

Diperjuangkan Kembali Dibantu APBN

11 November 2009

Diperjuangkan Kembali Dibantu APBN SAMARINDA. Selain mengebut pengerjaan Bandara Samarinda Baru di Kelurahan Sungai Siring Samarinda Utara, Pemprov Kaltim ternyata juga menaruh perhatian serius terhadap pembangunan Jembatan Mahkota II. Bagi Gubernur Awang Faroek Ishak, percepatan pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Simpang Pasir, Palaran dengan Kelurahan Sungai Lais, Samarinda Ilir sama pentingnya dengan keberadaan bandara di Kota Samarinda. "Beberapa hari ke depan persoalan Bandara Sungai Siring akan kita bawa ke Pusat untuk dapat didanai dari APBN. Selain itu, yang tak kalah pentingnya juga keberlangsungan proyek Mahkota II juga yang akan kita lobikan ke pusat. Agar suplai dana dari APBN bisa kembali dicairkan

Pemekaran Samarinda Seberang Terganjal

11 November 2009

Pemekaran Samarinda Seberang Terganjal SAMARINDA. Rencana memekarkan kecamatan di Samarinda, dari 6 kecamatan yang ada saat ini menjadi 10 kecamatan memang masih terus digodok. Bahkan, menunggu surat keputusan dari Mendagri. Salah satu kecamatan yang dimekarkan adalah kecamatan Samarinda Seberang, akan dipecah menjadi dua. Tetapi, usaha itu pun tidak akan berjalan mulus, karena terganjal salah satu aturan administratif yang menyebut bahwa 1 kecamatan harus terdiri dari 5 kelurahan yang sudah aktif selama 5 tahun terakhir. Ini masalahnya, karena di Samarinda Seberang hanya ada 8 kelurahan, sehingga kalau dibagi maka satu kecamatan akan terdiri dari 4 kelurahan, belum memenuhi kuota yang sudah disyaratkan dalam PP No 19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan.

Kami Siap Revisi RTRW

11 November 2009

Kami Siap Revisi RTRW SAMARINDA, - Pemkot Samarinda sudah mendesain dan merevisi RTRW kota Samarinda. Tapi, pengesahannya sendiri masih menunggu RTRW Provinsi disahkan terlebih dulu. Ini ditegaskan Kabag Humas dan Protokol Setkot Samarinda, HM Faisal menanggapi kritik Gubernur Kaltim Awang Faroek mengenai jeleknya tata ruang dan pengelolaan lingkungan kota Samarinda. Ia mengakui RTRW Samarinda sudah tidak sesuai dibandingkan perkembangan zaman yang semakin pesat. "Dulu, kawasan Voorvo, Prefab, Lambung Mangkurat masih sepi, sekarang sudah berubah menjadi perkotaan.

Proyek Bandara Dikembalikan ke Pemprov

10 November 2009

Proyek Bandara Dikembalikan ke Pemprov SAMARINDA. Setelah memutus kontrak PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) selaku kontraktor proyek Bandara Samarinda Baru, berbagai kebijakan baru terus dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat pembangunan bandara di kelurahan Sungai Siring tersebut. Proyek yang sebelumnya dikerjakan Pemkot Samarinda ini, akhirnya akan dikembalikan Ke Pemprov Kaltim. Pembahasan masalah tersebut setelah kemarin, Gubernur Awang Faroek Ishak beserta jajarannya melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Pemkot Samarinda serta unsur pimpinan DPRD provinsi dan kota.

Pelamar CPNSD Pemkot Capai 5.688 Orang

09 November 2009

Pelamar CPNSD Pemkot Capai 5.688 Orang SAMARINDA. Antusiasme masyarakat untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Samarinda nampaknya masih tinggi. Sejak pendaftaran dibuka Pemkot Senin (26/10) lalu dan hingga ditutup Jumat (6/11), jumlah pelamar mencapai 5.688 pelamar. Dari angka itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Samarinda Suryawan Atdmaja menyebut, sebagian besar menyasar sebagai tenaga teknis. "Dari catatan kami, mereka (pelamar, Red) yang mendatar sebagai tenaga teknis mencapai 3.185 orang. Jumlah untuk tenaga ini lebih banyak dibanding pelamar untuk tenaga guru dengan jumlah 1.760 orang dan tenaga kesehatan 743 orang," kata Suryawan

Pesparawi Nasional di Samarinda Diikuti 5.900 Peserta

09 November 2009

Pesparawi Nasional di Samarinda Diikuti 5.900 Peserta SAMARINDA - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional IX hari ini akan resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Suryadharma Ali. Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya berencana datang untuk membuka acara ini, tidak dapat hadir karena berbenturan dengan acara kenegaraan. Demikian kepastian ini disampaikan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, saat melepas kontingen Kaltim yang berlaga dalam Pesparawi IX, di Lamin Etam, Sabtu (7/11). "Sudah dapat dipastikan Presiden RI tidak bisa datang, karena ada acara lain. Jadi yang datang Menteri Agama," ujar Awang.

RTRWP Masih Banyak Revisi

09 November 2009

RTRWP Masih Banyak Revisi SAMARINDA. Harapan pemerintah dan dunia pelaku usaha agar rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) rampung secepatnya tak bisa direalisasikan. Meski semua tim sudah merampungkan tugasnya, dan draft perubahan telah berada di tangan pejabat Departemen Kehutanan (Dephut),namun pengesahan RTRWP ternyata masih banyak hambatan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi menjelaskan meski draft RTRWP sudah rampung dirumuskan oleh para tim, namun banyaknya usulan perubahan menjadikan perubahan RTRWP Kaltim masih banyak halangan.

Harus Rampung 2 Tahun Lagi

09 November 2009

Harus Rampung 2 Tahun Lagi SAMARINDA. Tak ingin mengulangi kesalahan serupa, pemerintah tampaknya sangat berhati-hati dalam memulai pembangunan Bandara Samarinda Baru jilid ke-2 ini. Meski kontrak PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) akan dicabut, namun Pemprov Kaltim akan mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada kalangan legislatif. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, manajemen kelanjutan proyek bandara yang berada di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara ini akan diputuskan setelah masing-masing antara dirinya dan Walikota Samarinda Drs Achmad Amins MM mengkonsultasikan persoalan ini dengan DPRD Kaltim dan Kota Samarinda.