Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB) dan Laju Pertumbuhan PDRB Kota Samarinda

Produk Domestik Regional Bruto

Salah satu indikator ekonomi makro yang digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan di daerah dalam lingkup Kabupaten/Kota adalah jumlah nilai tambah (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah dalam satu tahun, atau disebut Produk Domestik regional Bruto (PDRB). Dengan berjalannya otonomi daerah terjadi Kenaikan jumlah produksi dan harga barang/jasa merupakan faktor utama pendorong kenaikkan nilai PDRB Kota Samarinda, terlebih berjalannya otonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi dalam periode 2000-2009 telah mencapai rata-rata diatas 7 persen per tahun. Suatu kondisi ekonomi Daerah yang sangat bagus bahkan optimis akan lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang.

Tabel Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan PDRBKota Samarinda Tahun 2000-2009 (Juta Rupiah)
Tahun PDRB adh Berlaku PDRB adh Konstan 2000 Laju Pertumbuhan PDRB (%)
2000 6.077.497 6.077.497 -
2001 6.993.663 6.530.617 7,46
2002 8.414.777 7.204.787 10,32
2003 9.852.073 7.890.753 9,52
2004 11.588.177 8.601.033 9,00
2005 13.125.820 9.293.066 8,05
2006 14.500.247 9.803.725 5,50
2007 15.930.6511 10.108.378 2,94
2008 18.616.881 10.595.535 4,82
2009 20.271.686 11.068.640 4,47

Pertumbuhan diatas 7 persen, tidak terlepas dari kontribusi beberapa sub sektor yang mencatat angka pertumbuhan rata-rata dua digit antara lain : Bangunan dan sector Pertambangan dan Penggalian. Sektor yang memiliki kontribusi diatas rata-rata pertumbuhan umum adalah sector Perdagangan Besar dan Angkutan dan Komunikasi. Struktur ekonomi yang dinyatakan dalam persentase menunjukkan besarnya peranan masing-masing sektor ekonomi dalam menciptakan nilai tambah. Hal ini menggambarkan ketergantungan daerah terhadap kemampuan produksi masing-masing sektor ekonomi. Struktur ekonomi yang disajikan dari waktu ke waktu memperlihatkan perubahan dan pergeseran sebagai indikator adanya proses pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang tercipta merupakan salah satu dampak positif pembangunan daerah, melalui peningkatan peran Pemerintah Daerah dalam pembangunan. Akn tetapi pertumbuhan ekonomi ini juga tidak terlepas dari peran swasta dalam melakukan aktivitas ekonominya di Kota Samarinda. Sinergi serta kerjasama dari kedua pihak dalam menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda masih diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta kesejahteraan masyarakat.

Perkembangan PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Samarinda selalu menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Hal ini sebagai indikasi bahwa ekonomi regional Kota Samarinda telah mencapai kondisi pemulihan ekonomi sejak tahun 1999. Pembentukan nilai tambah bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tanpa migas pada tahun 2000 baru mencapai dari 6,07 trilyun rupiah, selama sembilan tahun meningkat menjadi 20,27 trilyun rupiah (tahun 2009). Dari pembentukan PDRB atas dasar harga berlaku ini masih mengandung inflasi atau menurunnya nilai tukar uang terhadap barang dan jasa di wilayah Kota Samarinda. Sedangkan pembentukan PDRB riil atau PDRB atas dasar harga konstan tanpa migas setelah sembilan tahun dibanding tahun 2000 meningkat menjadi 11,07 trilyun rupiah.

Secara umum, pembentukan perekonomian Kota samarinda (angka PDRB) secara perlahan dan pasti menuju Kota Pelayanan (Service) meliputi sektor perdagangan, hotel & restoran, Angkutan & Komunikasi, Keuangan, persewaan & jasa perusahaan dan Jasa-jasa mencatat kontribusi (peranan) sebesar 54,62 persen (2001) meningkat menjadi 63,81 persen (2009). Perubahan perekonomian Kota Samarinda tersebut sangat dipengaruhi olah naik turunnya sektor-sektor tersebut. Terlihat dengan adanya pergeseran kontribusi ekonomi Kota Samarinda dari tahun ketahun, tampak seperti peranan sektor Pembuatan (Manufacture) dan Pertanian (Agriculture) terus mengalami penurunan. Dilihat dari tiga sektor besar, maka tampak adanya pergeseran yang signifikan antara Pertanian (agriculture), Pembuatan (manufacture) dan Pelayanan (Service).

Tabel Perkembangan Struktur Ekonomi Kota Samarinda Tahun 2000-2009 (Persentase)
Jenis Sektor 2000 2006 2007 2008r) 2009*)
Pertanian/Agriculture 2,38 2,20 2,27 2,19 2,15
Pembuatan/Manufacture 43,00 34,73 33,76 34,45 34,15
Pelayanan/Service 54,62 63,07 63,97 63,35 63,70

Selanjutnya PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah bruto yang bisa dihasilkan oleh masing-masing penduduk akibat dari adanya aktivitas komersiil ekonomi. Nilainya bisa diperoleh dari PDRB dibagi dengan jumlah penduduk tengah tahun. Sedang pendapatan per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk mempunyai andil dalam proses produksi, angka ini diperoleh dengan cara membagi pendapatan regional setelah dikurangi dengan penyusutan dan pajak tak langsung. Kedua indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu daerah dalam periode tahun tertentu.

Nilai PDRB per kapita Kota Samarinda selama tahun 2005-2009 mengalami peningkatan secara nominal rupiah. Pada tahun 2005, PDRB per kapita atas`dasar harga konstan menunjukkan nilai 16,13 juta rupiah (1.765 US $) per orang dan meningkat menjadi 18,21 juta rupiah (1.993 US $) per orang. Secara nominal PDRB per kapita atas dasar harga berlaku terus meningkat dari 22,78 juta rupiah per orang (2.493 US $) hingga diperkirakan mencapai 33,36 juta rupiah per orang (3.649 US $) pada tahun 2009.

Tabel PDRB Per Kapita ADHB dan ADHK 2000 tahun 2005 - 2009
Rincian 2005 2006 2007r) 2008r) 2009*
PDRB Per Kapita ADHK 2000 (Rp) 16.132.479 16.669.174 17.022.429 17.597.137 18.214.737
PDRB Per Kapita ADHB (Rp) 22.786.023 24.654.623 26.827.092 30.919.043 33.359.421
Pertumbuhan Per Tahun (%) 6,72 3,33 2,12 3,38 3,51