Sosial Budaya Kota Samarinda

Jumlah Penduduk

Jumlah Penduduk

Penduduk Kota Samarinda dari tahun ke tahun belum banyak mengalami perubahan. Dari 607,675 jiwa penduduk Kota Samarinda pada tahun 2009, sebanyak 25.05 % menempati Kecamatan Samarinda Utara yang memiliki wilayah paling luas yaitu sebesar 277.80 km2. Sedangkan Kecamatan Palaran yang memiliki luas wilayah sebesar 182.53 km2 atau terluas kedua setelah Samarinda Utara, hanya ditempati 43,989 jiwa atau 7.23 % dari jumlah penduduk Kota Samarinda. Angka tersebut merupakan angka terendah dalam distribusi penduduk per kecamatan di Kota Samarinda.

Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran penduduk Kota Samarinda mayoritas mengarah ke bagian Utara, sedangkan ke arah Selatan seperti Palaran dan Samarinda Seberang masih minim. Data jumlah penduduk Kota Samarinda dapat dilihat pada table berikut :

Jumlah Penduduk menurut masing-masing Kecamatan Tahun 2009
No Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Luas Wilayah (KM²) Persentase (%)
Jumlah 607.675 718 100
1 Palaran 43.989 182,53 7.24
2 Samarinda Ilir 109.529 89,70 18.02
3 Samarinda Seberang 95.632 40.48 15.74
4 Sungai Kunjang 99.840 69,23 16.43
5 Samarinda Ulu 106.477 58,26 17.52
6 Samarinda Utara 152.208 277,80 25.05

Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami/tinggal dalam suatu wilayah atau daerah dalam luasan dan waktu tertentu. Kepadatan penduduk di Kota Samarinda diklasifikasikan menjadi 3 kategori sebagai berikut :

  • Kepadatan penduduk jarang
    Kecamatan di Kota Samarinda yang tergolong kategori jarang adalah kecamatan yang memiliki luas wilayah cukup besar atau di atas 10 % dari luas Kota Samarinda, yaitu Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, dan Samarinda Ilir. Pola penyebaran penduduk yang menuju pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan pusat hiburan menjadikan wilayah ini memiliki kepadatan penduduk yang jarang.
  • Kepadatan penduduk sedang
    Kepadatan Penduduk Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk sedang. Kedua wilayah ini merupakan wilayah yang mengalami perkembangan perekonomian yang pesat, seperti pusat perdagangan, pusat hiburan, serta pusat pemerintahan sehingga sebagian besar penduduk melakukan migrasi dari kecamatan lain ke kedua kawasan ini.
  • Kepadatan penduduk padat
    Kepadatan penduduk padat di alami oleh Kecamatan Samarinda Seberang. Dibandingkan Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu yang telah lebih dulu berkembang, perkembangan perekonomian di wilayah ini sedang mengalami peningkatan semenjak 3 tahun terakhir, sehingga menarik minat sebagian penduduk untuk migrasi ke wilayah ini. Namun, karena tidak didukung oleh luas wilayah yaitu 40.48 km2 atau 5 % dari luas Kota Samarinda, maka kepadatan penduduk di wilayah ini mencapai 2,362.45 jiwa/km2, dimana angka tersebut tergolong kategori padat.

Tenaga Kerja dan Pengangguran

Salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah adalah penduduk, termasuk di dalamnya ketenagakerjaan. Penduduk usia 15 tahun ke atas yang dikenal sebagai penduduk usia kerja, pada tahun 2009 mencapai 437,626 orang. Dimana 271,446 orang diantaranya merupakan angkatan kerja dan sisanya yaitu 166,180 orang bukan angkatan kerja.

Perkembangan Angkatan Kerja Kota Samarinda
No Uraian 2007 2008 2009
1 Penduduk 15+ 403,012 434,672 437,626
2 Angkatan Kerja 240.576 260,612 271,446
3 Bukan Angkatan Kerja 162,436 174,060 166,180
4 Bekerja 229,286 248,145 252,502
5 Pengangguran 11,290 12,467 18,944

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, jumlah pengangguran pada tahun 2009 adalah 18,944 jiwa, dimana 43.99 % adalah lulusan SMA. Dapat diartikan mereka saat ini sedang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha. Perhatikan diagram berikut :

Persentase Pengangguran

Secara garis besar, pembangunan di Kota Samarinda berorientasi kepada Kota Jasa dan Perdagangan. Pemerintah Kota telah membuktikan konsistensinya dengan mengembangkan sector jasa dan perdagangan. Terbukti sector perdagangan telah menyerap 33.67 % tenaga kerja dan 22.16 % dari sector jasa.

Agama

Agama yang dianut oleh masyarakat di Kota Samarinda yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Sedangkan Konghucu masih belum terdapat di Kota Samarinda. Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Samarinda, sampai tahun 2009 jumlah pemeluk agama adalah 770,001 jiwa yang sebagian besar memeluk Agama Islam sebanyak 700,234 jiwa (90.94 %), diikuti pemeluk Kristen Protestan sebanyak 40,086 jiwa ( 5.20 %), Kristen Katolik 17,290 jiwa ( 2.25 % ), Budha sebanyak 8,295 jiwa ( 1.08 % ), dan Hindu sebanyak 1,052 jiwa ( 0.14 % ).

Fasilitas ibadah bagi agama Islam terus bertambah setiap tahun. Sampai tahun 2009 jumlah tempat ibadah agama Islam sebanyak 810 buah yang terdiri atas mesjid, musholla dan langgar. Sedangkan untuk agama Non Islam, tidak terjadi peningkatan, bahkan untuk gereja cenderung menurun dari 74 buah (2008) menjadi 71 buah (2009).

Pendidikan

Kemajuan Pendidikan di Kota Samarinda cukup menggembirakan. Pelaksanaan program pembangunan di daerah ini telah menyebabkan makin berkembangnya suasana belajar mengajar di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Dengan dilaksanakannya program pembangunan, pelayanan pendidikan telah dapat menjangkau daerah terpencil, daerah dengan penduduk miskin, dan daerah