Sektor Unggulan Kota Samarinda

Pertanian Perkotaan

Cabe

Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, maka area perkotaan akan semakin meluas. Diperkirakan pada tahun-tahun mendatang populasi penduduk Kota Samarinda akan semakin mendominasi pemanfaatan lahan, baik untuk perumahan, industri, pendidikan maupun sektor jasa lainnya. Jutaan hektar lahan pertanian akan tergusur untuk perumahan dan keperluan lain. Sementara itu banyak zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia hanya dapat dipenuhi oleh produk tanaman. Sektor pertanian kota yang berbasis teknologi modern atau berbasis geoteknologi merupakan arah pembangunan pertanian perkotaan di Kota Samarinda. Penerapan kebun kota (urban gardening) sebagai bagian dari pertanian perkotaan adalah salah satu solusi yang dapat ditawarkan. Ciri khas pertanian perkotaan adalah bertanam dengan memanfaatkan lahan yang terbatas misalnya pekarangan rumah atau menggunakan wadah. Komoditi yang dapat dikembangkan terutama adalah jenis sayuran dan buah-buahan.

Pusat Pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor Pendukung:

  • Tersedianya lahan dalam luas terbatas berupa pekarangan maupun tanah kosong belum dimanfaatkan untuk ditanami komoditi sayuran atau buah-buahan.
  • Program pemenuhan gizi masyarakat yang memerlukan pasokan komoditi pangan bergizi dari masyarakat Kota Samarinda sendiri untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.
  • Adanya perkotaan akan mengurangi dampak negatif pertumbuhan industri yang cenderung menimbulkan polusi.
  • Pertumbuhan penduduk Kota Samarinda sebagai akibat perkembangan kota merupakan pasar potensial bagi produk pertanian perkotaan.

Keunggulan Pertanian Perkotaan:

  • Memungkinkan dilakukan pemeliharaan tanaman secara intensif dalam keterbatasan tempat.
  • Memudahkan pelaksanaan pertanaman majemuk dalam satu wadah (intercropping)
  • Memungkinkan pemanfaatan tanah-tanah "nganggur" di perkotaan.
  • Meningkatkan hasil kerja orang-orang dengan ketrampilan terbatas dan kurang pendidikan formal
  • Penanaman menjadi murah karena dapat memanfaatkan lahan dengan luasan yang tidak begitu besar.
  • Dapat dijadikan terapi kejiwaan dengan berkebun.
Terong

Strategi Pengembangan:

  • Menerapkan pertanian perkotaan di lahan-lahan tertentu berkoordinasi dengan program tata kota untuk memanfaatkan luasan lahan terbuka potensial.
  • Memasyarakatkan pertanian perkotaan di daerah peri-urban (pinggiran kota) yang dikaitkan dengan penanggulangan gizi buruk dengan bertanam sayuran dan buah-buahan.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pertanian perkotaan kepada masyarakat perkotaan dan pinggiran kota seluas-luasnya.

Jenis:

Komoditi sayuran: sawi, bayam, cabe, kangkung, terong dan tomat
Komoditi buah: pepaya.

Sayuran

Budidaya Sayuran

Dari aneka tanaman sayuran yang ditanam diharapkan dapat dipenuhi kebutuhan zat gizi yang harus diperoleh dari tanaman, seperti Vitamin C, Vitamin A, Mineral dan Serat. Berkebun sayuran di perkotaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, membuat wadah atau juga dapat dimodifikasi menjadi bertanam sayuran secara hidroponik.

Aspek Teknis:

  • Jenis sayuran yang cocok ditanam di Kota Samarinda adalah jenis sayuran dataran rendah.
  • Penanaman bisa dilakukan di pekarangan, lahan kosong, pot maupun secara hidroponik.
  • Untuk mengurangi input biaya produksi, pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kandang atau campuran dengan pupuk anorganik.

Budidaya Pepaya

Pepaya

Pengembangan budidaya pepaya secara insentif dan komersial memiliki prospek yang cerah. Pasar pepaya secara lokal dan regional belum jenuh dan cenderung terus meningkat. Di Kota Samarinda, produksi pepaya ditujukan untuk memenuhi konsumsi penduduk kota. Budidaya pepaya mudah dilakukan terutama di pekarangan rumah penduduk. Penggunaan bibit unggul pepaya akan menjamin hasil yang bagus dan produktivitas tinggi. Konsumsi pepaya selama ini masih berupa buah segar namun tidak menutup kemungkinan bisa diarahkan untuk buah kalengan dengan dikombinasikan dengan buah lain.

Dalam perdagangan dunia, buah pepaya telah menjadi mata dagangan ekspor beberapa negara produsen di Kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Philipina dan Indonesia. Negara pengimpor pepaya masih didominasi oleh Singapura dan Australia dan akhir-akhir ini permintaan pasar dunia terus meningkat dari beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Perancis, Belanda dan Swedia.

Aspek Teknis:

Iklim

Rata-rata temperatur berkisar antara 15 - 38 C; curah hujan berkisar antara 600 - 2.000 mm/tahun dengan penyinaran.

Tanah

  • Persyaratan kebutuhan tanah sebagai berikut: kedalaman tanah bervariasi, konsistensi gembur (lembab), permeabilitas sedang, drainase baik, reaksi tanah (pH) berkisar antara 5,0 - 6,6 dan yang optimum antara 6,0 - 6,6, serta membutuhkan tanah yang cukup subur.
  • Penurunan hasil bisa terjadi karena salinitas dengan daya hantar listrik (DHL) mencapai >0,5 dS/m. Penurunan hasil bisa sampai 50% apabila DHL mencapai 3 dS/m atau ESP mencapai 20%, dan tidak mampu berproduksi (penurunan hasil 100%) apabila DHL mencapai 6 dS/m.

Pabrik Pakan Ternak Ayam

Ternak Ayam

Sampai saat ini kebutuhan komoditi peternakan di Kota Samarinda masih didatangkan dari tempat lain misalnya telur didatangkan dari Sulawesi dan Surabaya. Adanya potensi untuk mengembangkan komoditi peternakan di Kota Samarinda merupakan modal utama untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.

Salah satu komoditi ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah unggas. Jenis unggas yang memiliki potensi besar adalah ayam pedaging seiring meningkatnya kebutuhan daging di Kota Samarinda. Untuk mendukung usaha peternakan diperlukan usaha yang mampu menyediakan kebutuhan pakan ternak. Adanya pabrik pakan ternak ayam ini akan menjamin keberlanjutan usaha karena ketergantungan pasokan pakan dari luar bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan.

Pusat Pengembangan: Kecamatan Palaran

Faktor pendukung:

  • Berkembangnya industri peternakan ayam akan berdampak pada meningkatnya permintaan bahan makanan ternak.
  • Bahan baku bisa dipenuhi secara lokal misalnya jagung dan tepung ikan.
  • Ketersediaan infrastruktur pendukung meliputi sarana transportasi, listrik dan air bersih.

Strategi pengembangan:

  • Bahan baku utama yang digunakan merupakan produk lokal, namun selama belum bisa didatangkan dari daerah lain.
  • Dukungan permodalan dari pihak pemerintah atau swasta sangat diperlukan bagi pengembangan usaha pakan ternak terutama usaha skala kecil dan menengah.
  • Pembangunan pabrik pakan ternak harus diarahkan sebagai suatu kegiatan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
  • Aspek lingkungan harus diperhatikan untuk meniadakan dampak negatif terhadap lingkungan akibat dibangunnya industri pakan ternak ini.

Bahan Baku:

  • Jagung
  • Bungkil
  • Tepung ikan
  • Glucin
  • Calsium fosfat
  • Kapur dan bahan tambahan lain

Pengembangan Central Business Districk (CBD)

Bandara Temindung

Rencana pengembangan kota dari bekas Bandara Temindung sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan bekas bandara seiring perpindahan bandara ke sei Siring. Konsep pengembangan secara mandiri artinya pengembangan kawasan tersebut sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, tempat belanja, rekreasi, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial. Konsep ini meminimalkan pergerakan ke wilayah lain karena diusahakan semua kebutuhan telah disediakan, sehingga dalam jangka panjang mampu mengurangi permasalahan transportasi di Kota Samarinda.

Lokasi:

Bandara Temindung

Bekas Bandara Temindung Kecamatan Samarinda Utara. Fasilitas yang dapat dikembangkan di kawasan kota baru bekas Bandara Temindung adalah:

  • Central bussiness district (CBD): pusat perbelanjaan dan perkantoran
  • Hotel
  • Apartemen
  • Perumahan
  • Rekreasi

Faktor Pendukung:

Keberadaan CBD sangat penting terkait dengan pertumbuhan perekonomian Kota Samarinda yang cukup baik dimana sektor industri merupakan penyumbang terbesar. Banyaknya industri, perkantoran dan perumahan yang tumbuh di Kota Samarinda merupakan andalan dalam usaha untuk terus memacu pertumbuhan perekonomian daerah. Melihat kemajuan yang ada di Kota Samarinda maka dirasakan perlu adanya kawasan yang dijadikan sebagai Pusat Kawasan Bisnis (Central Business District).

CBD akan menjadikan pusat berbagai kegiatan bisnis, baik dari segi transaksi, informasi maupun pendidikan di bidang bisnis. Fasilitas yang disediakan dalam CBD meliputi kegiatan perdagangan eceran, grosir, perkantoran, lembaga keuangan (bank), sarana pendidikan, dan sarana pendukung lainnya (bioskop, tempat bermain, restoran).

Strategi Pengembangan:

  • Pembangunan CBD diarahkan untuk menyediakan pusat perdagangan dan bisnis dalam skala pelayanan kota.
  • Adanya CBD diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi bisnis, namun yang tidak kalah pentingnya adanya fungsi pendidikan bagi warga Kota Samarinda khususnya pendidikan dunia usaha.
  • Kawasan CBD dibangun dengan memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan yaitu dengan meminimalisir dampak negatif lingkungan, baik fisik maupun sosial.
  • Untuk jangka panjang, kawasan CBD harus bisa menunjang Kota Samarinda sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur yang mampu menyediakan fasilitas pada skala lokal, regional maupun internasional.

Budidaya Perikanan Darat

Perikanan

Produk perikanan darat menempati posisi kedua setelah perikanan laut di Kota Samarinda. Perikanan juga merupakan salah satu sektor unggulan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga Kota Samarinda. Banyaknya sungai yang mengalir di Kota Samarinda merupakan modal utama yang bisa digunakan untuk mengembangkan perikanan darat.

Budidaya perikanan darat di Kota Samarinda tersebar di setiap kecamatan dengan luasan budidaya terbesar berada di Kecamatan Samarinda Utara. Penyebaran budidaya perikanan di setiap kecamatan terjadi karena tersedianya pasokan air bersih dari sungai-sungai yang mengalir.

Pusat Pengembangan:

  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Palaran

Faktor Pendukung:

  • Tersedianya pasokan air sepanjang tahun dari sungai-sungai yang mengalir di seluruh kecamatan terutama dari sungai terbesar yaitu Sungai Mahakam.
  • Dukungan Pemerintah Kota Samarinda yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu sektor unggulan dalam usaha memenuhi kebutuhan gizi warga kota.
  • Posisi Kota Samarinda yang tidak memiliki laut sehingga produksi ikan laut didatangkan dari daerah lain merupakan prospek yang bagus bagi perikanan darat karena merupakan produksi masyarakat lokal.
Ikan Nila

Jenis ikan yang dikembangkan: Ikan mas dan Ikan nila

Aspek teknis budidaya ikan air tawar:

  • Budidaya ikan dilakukan di kolam air deras, jaring apung, karamba dan sawah (mina padi).
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus.
  • Suhu air berkisar antara 24- 28 C dengan pH antara 6,5-8.

Peternakan Kambing

Kambing

Kebutuhan daging di Kota Samarinda selama ini masih dipenuhi olehdaerah lain. Ketergantungan pada daerah lain ini merupakan kendala bagi usaha pemenuhan gizi masyarakat karena pasokannya tergantung pada suplai daerah asal maupun ketersediaan sarana transportasi. Untuk mengatasi kendala tersebut Pemerintah Kota Samarinda berusaha untuk bisa memenuhi sendiri pasokan dagingnya dengan cara mengembangkan usaha ternak secara lokal. Jenis ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah sapi, kambing dan domba, disamping jenis ternak unggas.

Ternak kambing merupakan jenis yang mudah dibudidayakan dan selama ini telah menjadi usaha sampingan keluarga. Melihat potensi ini sudah selayaknya bila kambing dijadikan salah program pengembangan peternakan di Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan daging warganya. Permintaan daging kambing juga akan meningkat pada saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha setiap tahunnya. Salah satu usaha peternakan yang mudah dan cepat masa produksinya adalah usaha penggemukan kambing. Usaha penggemukan kambing membutuhkan kambing bakalan berkualitas baik sehingga akan diperoleh kambing siap potong dengan hasil daging tinggi.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Seberang
  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Palaran

Faktor Pendukung:

  • Kondisi agroklimat cocok untuk ternak kambing.
  • Kambing merupakan ternak yang sudah biasa dibudidayakan oleh masyarakat
  • Permintaan daging kambing cukup tinggi terutama bila dikaitkan dengan tradisi keagamaan pada Hari Raya Idul Adha.
  • Bibit kambing berkualitas disediakan dari Kota Samarinda dan sekitarnya.
  • Pakan hijauan tersedia di lokasi sekitar peternakan.

Strategi Pengembangan:

  • Penyuluhan dan bimbingan dari dinas teknis kepada peternak untuk menghindari infeksi beberapa penyakit penting terutama anthrax.
  • Jaminan tata niaga untuk melindungi petani terhadap fluktuasi harga.

Jenis:

  • Kambing lokal berkualitas baik.

Aspek Teknis Usaha Penggemukan Kambing:

Kambing
  • Umur kambing bakalan lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap), dengan tubuh baik, bebas cacat tubuh, dengan bobot badan tidak kurang dari 20 kg.
  • Letak kandang harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya agar terhindar dari genangan air.
  • Pakan dasar umumnya adalah rumput, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dengan tambahan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
  • Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% bobot badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15% bobot badan (dasar bahan segar).
  • Kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing dan parasit eksternal.

Budidaya Padi Organik

Sawah

Budidaya pertanian organik telah menjadi trend tersendiri saat ini terkait dengan adanya gagasan dan program pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan. Produk-produk pertanian organik telah banyak ditemui di kota-kota besar, terutama komoditi sayuran yang dijual dengan harga relatif tinggi dibanding produk anorganik.

Kota Samarinda dengan potensi lahan sawah yang terbesar dibanding komoditi pertanian lainnya merupakan modal awal yang cukup bagus untuk pengembangan pertanian organik dengan komoditi padi. Pengembangan padi organik ini tentunya tidak memerlukan lahan yang sangat luas mengingat produksinya yang bisa dijual dengan harga tinggi. Hal ini terkait pula dengan rencana pengembangan tata ruang Kota Samarinda yang salah satu titik beratnya adalah pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).

Pusat Pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor Pendukung:

  • Lahan dan iklim yang sesuai untuk pengembangan pertanian organik.
  • Permintaan pasar produk pertanian organik dari konsumen tertentu dengan harga tinggi.
  • Pergeseran gaya hidup masyarakat untuk beralih pada produk pertanian organik.
  • Langkah strategis pengelolaan pertanian berwawasan lingkungan dan pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).

Keunggulan Pertanian Organik:

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat dan sekaligus daya saing produk agribisnis.
  • Meningkatkan pendapatan petani.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
  • Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang, serta memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.
  • Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial.

Strategi Pengembangan:

  • Memasyarakatkan pertanian organik kepada konsumen, petani, pelaku pasar, serta masyarakat luas.
  • Memfasilitasi percepatan penguasaan, penerapan, pengembangan, dan penyebar-luasan teknologi pertanian organik.
  • Memfasilitasi kerjasama terpadu antar masyarakat agribisnis untuk mengembangkan sentra-sentra pertumbuhan pertanian organik.
  • Memberdayakan potensi dan kekuatan masyarakat untuk mengembangkan infra-struktur pendukung pertanian organik.
  • Merumuskan kebijakan, norma, standar teknis, sistem dan prosedur yang kondusif untuk pengembangan pertanian organik.

Jenis:

Varietas padi yang dikembangkan untuk pertanian organik misalnya IR 64, Way Apoburu, Cisantana, Ciherang, Midun, Sarinah, Raja Bulu, Fatmawati, dan Sinta Nur (varietas aromatik).

Sawah

Aspek teknis pertanian organik:

  • Menghindari penggunaan benih atau bibit hasil rekayasa genetik/genetically modified organism (GMO).
  • Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis.
  • Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.
  • Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis.
  • Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan bantuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Pengembangan Paket Wisata Alam

Sungai Samarinda

Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan serta banyak memiliki sungai, Kota Samarinda mempunyai potensi alam untuk pariwisata, khususnya pariwisata air. Sungai Mahakam dengan lebar 600 m dan Sungai Karang Mumus diarahkan untuk pengembangan kegiatan pariwisata air, selain itu juga terdapat air terjun di Tanah Merah.

Kota Samarinda juga memiliki objek wisata budaya dengan adanya pemukiman suku dayak di Pampang. Untuk menunjang perkembangan kegiatan pariwisata tersebut diperlukan sarana pendukung seperti sarana jalan, pusat informasi dan fasilitas sanitasi. Potensi pariwisata baru adalah wisata tambang, dengan membuat kebun binatang di sekitar air terjun Tanah Merah.

Pusat Pengembangan:

  • Sepanjang Sungai Mahakam
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Seberang

Faktor Pendukung:

  • Posisi Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi tentunya akan menjadi tujuan banyak warga dari luar kota untuk urusan bisnis maupun administrasi pemerintahan.
  • Kota Samarinda merupakan kota besar yang mampu menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata misalnya penginapan, transportasi, komunikasi dan pusat informasi yang lengkap.
  • Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang cukup baik membuat warganya memiliki daya beli yang tinggi termasuk alokasi dana untuk melakukan kegiatan wisata.
  • Rencana pembangunan bandara baru akan menjadikan Kota Samarinda sebagai pintu masuk utama wisatawan selain Kota Balikpapan.

Paket wisata alam dan air yang ada di Kota Samarinda:

Wisata Alam:

  • Air Terjun Tanah Merah
  • Air Terjun Tagur Tinggi
  • Air Terjun Pampang
  • Air Terjun Pinang Seribu Sempaja
  • Goa Tujuh Lubang Barabai Sempaja
  • Waduk Jalatunda Desa Joyomulyo

Wisata Air:

Sungai Mahakam dan Tepian Mahakam, dimana di sungai tersebut dapat dikembangkan berbagai atraksi wisata. Tepian Sungai Mahakam merupakan objek dan daya tarik wisata yang menampilkan seluruh aktivitas sosial budaya masyarakat Samarinda yang berada di tepian sungai. Aktivitas masyarakat di sekitar sungai misalnya pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi dan untuk mendukung kehidupan sosial sehari-hari.

Strategi Pengembangan:

  • Penataan paket-paket wisata dan jadual kegiatan budaya.
  • Pembangunan infrastruktur di pusat-pusat wisata.
  • Meningkatkan promosi dan menyebarkan informasi objek-objek wisata di Kota Samarinda.