Potensi Pengembangan Daerah Kota Samarinda

Secara umum potensi Sumber Daya Alam yang sudah dimanfatkan maupun yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain sektor Pertanian dan Kehutanan, Pertambangan dan Penggalian (Batu Bara, Minyak, Bahan Galian Golongan C, Pasir kuarsa ,Industri dan Pariwisata. Berikut beberapa potensi yang tersedia dan dapat dikembangkan diantaranya:

Pertanian Perkotaan

Pohon Cabai

Sektor pertanian kota yang berbasis teknologi modern atau berbasis geoteknologi merupakan arah pem-bangunan pertanian perkotaan di Kota Samarinda. Penerapan kebun kota (urban gardening) sebagai bagian dari pertanian perkotaan adalah salah satu solusi yang dapat ditawarkan. Ciri khas pertanian perkotaan adalah bertanam dengan memanfaatkan lahan yang terbatas misalnya pekarangan rumah atau menggunakan wadah. Komoditi yang dapat dikembangkan terutama adalah jenis sayuran dan buah-buahan.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor pendukung:

  • Tersedianya lahan dalam luas terbatas berupa pekarangan maupun tanah kosong belum dimanfaatkan untuk ditanami komoditi sayuran atau buah-buahan.
  • Program pemenuhan gizi masyarakat yang memerlukan pasokan komoditi pangan bergizi dari masyarakat Kota Samarinda sendiri untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.
  • Adanya perkotaan akan mengurangi dampak negatif pertumbuhan industri yang cenderung menimbulkan polusi.
  • Pertumbuhan penduduk Kota Samarinda sebagai akibat perkembangan kota merupakan pasar potensial bagi produk pertanian perkotaan.

Keunggulan Pertanian Perkotaan:

  • Memungkinkan dilakukan pemeliharaan tanaman secara intensif dalam keterbatasan tempat.
  • Memudahkan pelaksanaan pertanaman majemuk dalam satu wadah (intercropping)
  • Memungkinkan pemanfaatan tanah-tanah "nganggur" di perkotaan.
  • Meningkatkan hasil kerja orang-orang dengan ketrampilan terbatas dan kurang pendidikan formal.
  • Penanaman menjadi murah karena dapat memanfaatkan lahan dengan luasan yang tidak begitu besar.
  • Dapat dijadikan terapi kejiwaan dengan berkebun.
Tomat

Strategi Pengembangan:

  • Menerapkan pertanian perkotaan di lahan-lahan tertentu berkoordinasi dengan program tata kota untuk memanfaatkan luasan lahan terbuka potensial.
  • Memasyarakatkan pertanian perkotaan di daerah peri-urban (pinggiran kota) yang dikaitkan dengan penanggulangan gizi buruk dengan bertanam sayuran dan buah-buahan.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pertanian perkotaan kepada masyarakat perkotaan dan pinggiran kota seluas-luasnya.

Jenis:

  • Komoditi sayuran: sawi, bayam, cabe, kangkung, terong dan tomat
  • Komoditi buah: pepaya.

Budidaya Sayuran

Dari aneka tanaman sayuran yang ditanam diharapkan dapat dipenuhi kebutuhan zat gizi yang harus diperoleh dari tanaman, seperti Vitamin C, Vitamin A, Mineral dan Serat. Berkebun sa-yuran di perkotaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, membuat wadah atau juga dapat dimodifikasi menjadi bertanam sayuran secara hidroponik.

Aspek Teknis:

  • Jenis sayuran yang cocok ditanam di Kota Samarinda adalah jenis sayuran dataran rendah.
  • Penanaman bisa dilakukan di pekarangan, lahan kosong, pot maupun secara hidroponik.
  • Untuk mengurangi input biaya produksi, pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kandang atau campuran dengan pupuk anorganik.

Budidaya Pepaya

Pepaya

Pengembangan budidaya pepaya secara insentif dan komersial memiliki prospek yang cerah. Pasar pepaya secara lokal dan regional belum jenuh dan cenderung terus meningkat. Di Kota Samarinda, produksi pepaya ditujukan untuk memenuhi konsumsi penduduk kota. Budidaya pepaya mudah dilakukan terutama di pekarangan rumah penduduk. Penggunaan bibit unggul pepaya akan menjamin hasil yang bagus dan produktivitas tinggi. Konsumsi pepaya selama ini masih berupa buah segar namun tidak menutup kemungkinan bisa diarahkan untuk buah kalengan dengan dikombinasikan dengan buah lain.

Dalam perdagangan dunia, buah pepaya telah menjadi mata dagangan ekspor beberapa negara produsen di Kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Philipina dan Indonesia. Negara pengimpor pepaya masih didominasi oleh Singapura dan Australia dan akhir-akhir ini permintaan pasar dunia terus meningkat dari beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Perancis, Belanda dan Swedia.

Aspek Teknis:

Iklim

  • Rata-rata temperatur berkisar antara 15 - 38°C; curah hujan berkisar antara 600 - 2.000 mm/tahun dengan penyinaran

Tanah

  • Persyaratan kebutuhan tanah sebagai berikut: kedalaman tanah bervariasi, konsistensi gembur (lembab), permeabilitas sedang, drainase baik, reaksi tanah (pH) berkisar antara 5,0 - 6,6 dan yang optimum antara 6,0 - 6,6, serta membutuhkan tanah yang cukup subur.
  • Penurunan hasil bisa terjadi karena salinitas dengan daya hantar listrik (DHL) mencapai >0,5 dS/m. Penurunan hasil bisa sampai 50% apabila DHL mencapai 3 dS/m atau ESP mencapai 20%, dan tidak mampu berproduksi (penurunan hasil ±100%) apabila DHL mencapai 6 dS/m.

Pabrik Pakan Ternak

Ternak Ayam

Sampai saat ini kebutuhan komoditi peternakan di Kota Samarinda masih didatangkan dari tempat lain misalnya telur didatangkan dari Sulawesi dan Surabaya. Adanya potensi untuk mengembangkan komoditi peternakan di Kota Samarinda merupakan modal utama untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.

Salah satu komoditi ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah unggas. Jenis unggas yang memiliki potensi besar adalah ayam pedaging seiring meningkatnya kebutuhan daging di Kota Samarinda. Untuk mendukung usaha peternakan diperlukan usaha yang mampu menyediakan kebutuhan pakan ternak. Adanya pabrik pakan ternak ayam ini akan menjamin keberlanjutan usaha karena ketergantungan pasokan pakan dari luar bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Palaran

Faktor pendukung:

  • Berkembangnya industri peternakan ayam akan berdampak pada meningkatnya permintaan bahan makanan ternak.
  • Bahan baku bisa dipenuhi secara lokal misalnya jagung dan tepung ikan.
  • Ketersediaan infrastruktur pendukung meliputi sarana transportasi, listrik dan air bersih.

Strategi Pengembangan:

  • Bahan baku utama yang digunakan merupakan produk lokal, namun selama belum bisa didatangkan dari daerah lain.
  • Dukungan permodalan dari pihak pemerintah atau swasta sangat diperlukan bagi pengembangan usaha pakan ternak terutama usaha skala kecil dan menengah.
  • Pembangunan pabrik pakan ternak harus diarahkan sebagai suatu kegiatan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
  • Aspek lingkungan harus diperhatikan untuk meniadakan dampak negatif terhadap lingkungan akibat dibangunnya industri pakan ternak ini.

Bahan Baku:

  • Jagung
  • Bungkil
  • Tepung ikan
  • Glucin
  • Tepung Ikan
  • Calsium fosfat
  • Kapur dan bahan tambahan lain

Berkembangnya industri pakan ternak akan berakibat langsung pada permintaan bahan baku sebagai penyusun pakan ternak berkualitas. Salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan oleh industri pakan ternak adalah jagung. Saat ini luas tanam jagung di Kota Samarinda menempati posisi di bawah tanaman padi dan ketela pohon. Melihat masih rendahnya pemanfaatan lahan untuk komoditi jagung ini maka masih terbuka luas pengembangan potensi dan investasi budidaya tanaman jagung.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor pendukung:

  • Kesesuaian iklim dan tanah di Kota Samarinda untuk pengembangan komoditi tanaman jagung.
  • Adanya pengembangan pabrik pakan ternak merupakan pasar yang besar untuk usaha budidaya tanaman jagung.
  • Arah pengembangan pertanian Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya akan berpengaruh langsung pada pengembangan komoditi tanaman pendukung bahan pangan lain yaitu bahan baku pakan ternak.

Varietas: jagung hibrida.

Strategi pengembangan:

  • Usaha budidaya tanaman jagung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku lokal pakan ternak.
  • Selain untuk memenuhi industri pakan ternak, usaha budidaya jagung merupakan satu rangkaian usaha pertanian sebagai penyangga sektor industri yang dikembangkan di Kota Samarinda.
  • Komoditi jagung merupakan jenis yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani.

Produksi perikanan Kota Samarinda terbanyak berupa perikanan laut, sebesar 77,9%. Tingginya produksi perikanan laut di Kota Samarinda ini berpengaruh pada kebutuhan sarana pelabuhan perikanan yang makin tinggi. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan dalam pelabuhan perikanan ini misalnya fasilitas berlabuh kapal, tempat pendinginan ikan (cold storage) dan pergudangan.

Fasilitas pergudangan ini juga terkait dengan makin berkembangnya kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Fungsi pergudangan yang utama adalah mengendalikan arus barang, pengamanan barang dan lingkungan serta untuk menertibkan lokasi perdagangan.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Ilir.

Faktor pendukung:

  • Produksi perikanan laut Kota Samarinda terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk kota.
  • Program pembangunan pelabuhan perikanan terpadu meliputi tempat pelelangan ikan, cold storage dan pergudangan

Strategi pengembangan:

  • Pengembangan fasilitas pergudangan dan cold storage harus sejalan dengan volume produksi perikanan yang ada di Kota Samarinda.
  • Untuk lebih meningkatkan kontribusi sektor perikanan laut pada perekonomian Kota Samarinda, perlu dibangun pula fasilitas pengolahan ikan di pelabuhan, misalnya pabrik tepung ikan.
  • Arah pengembangan pelabuhan perikanan harus sejalan dengan program peningkatan aktivitas perdagangan di pelabuhan.

Pengembangan Central Bussiness Distric (CDB) Ex Bandara Temindung

Ex Bandara Temindung

Rencana pengembangan kota dari bekas Bandara Temindung sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan bekas bandara seiring perpindahan bandara ke sei Siring. Konsep pengembangan secara mandiri artinya pengembangan kawasan tersebut sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, tempat belanja, rekreasi, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial. Konsep ini meminimalkan pergerakan ke wilayah lain karena diusahakan semua kebutuhan telah disediakan, sehingga dalam jangka panjang mampu mengurangi permasalahan transportasi di Kota Samarinda.

Lokasi:

  • Bekas Bandara Temindung Kecamatan Samarinda Utara.

Fasilitas yang dapat dikembangkan di kawasan kota baru bekas Bandara Temindung adalah:

Central bussiness district (CBD): pusat perbelanjaan dan perkantoran

  • Hotel
  • Apartemen
  • Perumahan
  • Rekreasi

Faktor Pendukung:

Keberadaan CBD sangat penting terkait dengan pertumbuhan perekonomian Kota Samarinda yang cukup baik dimana sektor industri merupakan penyumbang terbesar. Banyaknya industri, perkantoran dan perumahan yang tumbuh di Kota Samarinda merupakan andalan dalam usaha untuk terus memacu pertumbuhan perekonomian daerah. Melihat kemajuan yang ada di Kota Samarinda maka dirasakan perlu adanya kawasan yang dijadikan sebagai Pusat Kawasan Bisnis (Central Business District).

CBD akan menjadikan pusat berbagai kegiatan bisnis, baik dari segi transaksi, informasi maupun pendidikan di bidang bisnis. Fasilitas yang disediakan dalam CBD meliputi kegiatan perdagangan eceran, grosir, perkantoran, lembaga keuangan (bank), sarana pendidikan, dan sarana pendukung lainnya (bioskop, tempat bermain, restoran).

Strategi pengembangan:

  • Pembangunan CBD diarahkan untuk menyediakan pusat perdagangan dan bisnis dalam skala pelayanan kota.
  • Adanya CBD diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi bisnis, namun yang tidak kalah pentingnya adanya fungsi pendidikan bagi warga Kota Samarinda khususnya pendidikan dunia usaha.
  • Kawasan CBD dibangun dengan memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan yaitu dengan meminimalisir dampak negatif lingkungan, baik fisik maupun sosial.
  • Untuk jangka panjang, kawasan CBD harus bisa menunjang Kota Samarinda sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur yang mampu menyediakan fasilitas pada skala lokal, regional maupun internasional.

Budidaya Perikanan Darat

Pasar Ikan

Produk perikanan darat menempati posisi kedua setelah perikanan laut di Kota Samarinda. Perikanan juga merupakan salah satu sektor unggulan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga Kota Samarinda. Banyaknya sungai yang mengalir di Kota Samarinda merupakan modal utama yang bisa digunakan untuk mengembangkan perikanan darat.

Budidaya perikanan darat di Kota Samarinda tersebar di setiap kecamatan dengan luasan budidaya terbesar berada di Kecamatan Samarinda Utara. Penyebaran budidaya perikanan di setiap kecamatan terjadi karena tersedianya pasokan air bersih dari sungai-sungai yang mengalir.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor pendukung:

  • Tersedianya pasokan air sepanjang tahun dari sungai-sungai yang mengalir di seluruh kecamatan terutama dari sungai terbesar yaitu Sungai Mahakam.
  • Dukungan Pemerintah Kota Samarinda yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu sektor unggulan dalam usaha memenuhi kebutuhan gizi warga kota.
  • Adanya perkotaan akan mengurangi dampak negatif pertumbuhan industri yang cenderung menimbulkan polusi.
  • Posisi Kota Samarinda yang tidak memiliki laut sehingga produksi ikan laut didatangkan dari daerah lain merupakan prospek yang bagus bagi perikanan darat karena merupakan produksi masyarakat lokal.

Jenis ikan yang dikembangkan:

  • Ikan mas dan Ikan nila

Aspek Budidaya Ikan Air Tawar:

  • Budidaya ikan dilakukan di kolam air deras, jaring apung, karamba dan sawah (mina padi).
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus.
  • Suhu air berkisar antara 24- 28°C dengan pH antara 6,5-8..

Strategi Pengembangan:

  • Kebutuhan benih ikan harus bisa dipenuhi sepanjang periode budidaya untuk menjamin keberlanjutan pasokan ikan.
  • Perlu adanya penataan dalam tata ruang secara baik agar kawasan budidaya perikanan tidak tercemar oleh kawasan lain misalnya industri.
  • Kampanye pentingnya produk perikanan harus terus dijalankan untuk menjamin pasar produk perikanan darat dari petani.

Peternakan Kambing

Kambing

Kebutuhan daging di Kota Samarinda selama ini masih dipenuhi oleh daerah lain. Ketergantungan pada daerah lain ini merupakan kendala bagi usaha pemenuhan gizi masyarakat karena pasokannya tergantung pada suplai daerah asal maupun ketersediaan sarana transportasi. Untuk mengatasi kendala tersebut Pemerintah Kota Samarinda berusaha untuk bisa memenuhi sendiri pasokan dagingnya dengan cara mengembangkan usaha ternak secara lokal. Jenis ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah sapi, kambing dan domba, disamping jenis ternak unggas.

Ternak kambing merupakan jenis yang mudah dibudidayakan dan selama ini telah menjadi usaha sampingan keluarga. Melihat potensi ini sudah selayaknya bila kambing dijadikan salah program pengembangan peternakan di Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan daging warganya. Permintaan daging kambing juga akan meningkat pada saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha setiap tahunnya. Salah satu usaha peternakan yang mudah dan cepat masa produksinya adalah usaha penggemukan kambing. Usaha penggemukan kambing membutuhkan kambing bakalan berkualitas baik sehingga akan diperoleh kambing siap potong dengan hasil daging tinggi.

Pusat pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Seberang
  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Palaran

Faktor pendukung:

  • Kondisi agroklimat cocok untuk ternak kambing.
  • Kambing merupakan ternak yang sudah biasa dibudidayakan oleh masyarakat
  • Permintaan daging kambing cukup tinggi terutama bila dikaitkan dengan tradisi keagamaan pada Hari Raya Idul Adha.
  • Bibit kambing berkualitas disediakan dari Kota Samarinda dan sekitarnya.
  • Pakan hijauan tersedia di lokasi sekitar peternakan.

Strategi pengembangan:

  • Penyuluhan dan bimbingan dari dinas teknis kepada peternak untuk menghindari infeksi beberapa penyakit penting terutama anthrax.
  • Jaminan tata niaga untuk melindungi petani terhadap fluktuasi harga.

Jenis:

  • Kambing lokal berkualitas baik.

Aspek teknis usaha penggemukan kambing:

  • Umur kambing bakalan lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap), dengan tubuh baik, bebas cacat tubuh, dengan bobot badan tidak kurang dari 20 kg.
  • Letak kandang harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya agar terhindar dari genangan air.
  • Pakan dasar umumnya adalah rumput, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dengan tambahan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
  • Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% bobot badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15% bobot badan (dasar bahan segar).
  • Kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing dan parasit eksternal.

Budidaya Padi Organik

Budidaya pertanian organik telah menjadi trend tersendiri aat ini terkait dengan adanya gagasan dan program pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan. Produk-produk pertanian organik telah banyak ditemui di kota-kota besar, terutama komoditi sayuran yang dijual dengan harga relatif tinggi dibanding produk anorganik.

Kota Samarinda dengan potensi lahan sawah yang terbesar dibanding komoditi pertanian lainnya merupakan modal awal yang cukup bagus untuk pengembangan pertanian organik dengan komoditi padi. Pengembangan padi organik ini tentunya tidak memerlukan lahan yang sangat luas mengingat produksinya yang bisa dijual dengan harga tinggi. Hal ini terkait pula dengan rencana pengembangan tata ruang Kota Samarinda yang salah satu titik beratnya adalah pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).

Pusat pengembangan:

  • K6camatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor pendukung:

  • Lahan dan iklim yang sesuai untuk pengembangan pertanian organik.
  • Permintaan pasar produk pertanian organik dari konsumen tertentu dengan harga tinggi.
  • Pergeseran gaya hidup masyarakat untuk beralih pada produk pertanian organik.
  • Langkah strategis pengelolaan pertanian berwawasan lingkungan dan pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).

Keunggulan pertanian organik:

  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat dan sekaligus daya saing produk agribisnis.
  • Meningkatkan pendapatan petani.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
  • Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang, serta memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.
  • Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial.

Strategi pengembangan:

  • Memasyarakatkan pertanian organik ke-pada konsumen, petani, pelaku pasar, serta masyarakat luas.
  • Memfasilitasi percepatan penguasaan, pe-nerapan, pengembangan, dan penyebar-luasan teknologi pertanian organik.
  • Memfasilitasi kerjasama terpadu antar masyarakat agribisnis untuk mengembang-kan sentra-sentra pertumbuhan pertanian organik.
  • Memberdayakan potensi dan kekuatan masyarakat untuk mengembangkan infra-struktur pendukung pertanian organik.
  • Merumuskan kebijakan, norma, standar teknis, sistem dan prosedur yang kondusif untuk pengembangan pertanian organik.

Jenis:

Varietas padi yang dikembangkan untuk pertanian organik misalnya IR 64, Way Apoburu, Cisantana, Ciherang, Midun, Sarinah, Raja Bulu, Fatmawati, dan Sinta Nur (varietas aromatik). Aspek teknis pertanian organik:

  • Menghindari penggunaan benih atau bibit hasil rekayasa genetik/genetically modified organism (GMO).
  • Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis.
  • Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.
  • Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis.
  • Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan bantuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Pengembangan Paket Wisata Alam

Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan serta banyak memiliki sungai, Kota Samarinda mempunyai potensi alam untuk pariwisata, khususnya pariwisata air. Sungai Mahakam dengan lebar 600 m dan Sungai Karang Mumus diarahkan untuk pengembangan kegiatan pariwisata air, selai itu juga terdapat air terjun di Tanah Merah.

Kota Samarinda juga memiliki objek wisata budaya dengan adanya pemukiman suku dayak di Pampang. Untuk menunjang perkembangan kegiatan pariwisata tersebut diperlukan sarana pendukung seperti sarana jalan, pusat informasi dan fasilitas sanitasi. Potensi pariwisata baru adalah wisata tambang, dengan membuat kebun binatang di sekitar air terjun Tanah Merah.

Pusat pengembangan:

  • Sepanjang Sungai Mahakam
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Seberang

Faktor pendukung:

  • Posisi Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi tentunya akan menjadi tujuan banyak warga dari luar kota untuk urusan bisnis maupun administrasi pemerintahan.
  • Kota Samarinda merupakan kota besar yang mampu menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata misalnya penginapan, transportasi, komunikasi dan pusat informasi yang lengkap.
  • Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang cukup baik membuat warganya memiliki daya beli yang tinggi termasuk alokasi dana untuk melakukan kegiatan wisata.
  • Rencana pembangunan bandara baru akan menjadikan Kota Samarinda sebagai pintu masuk utama wisatawan selain Kota Balikpapan.

Fasilitas yang bisa disediakan di objek wisata:

Fasilitas utama yang dibangun dan merupakan daya tarik pengunjung adalah:

  • Tempat penginapan berupa villa dengan arsitektur yang menyatu dengan alam.
  • Tempat bermain anak (children playground).
  • Tempat pertunjukan budaya lokal (panggung atau teater)
  • Kios souvenir.

Fasilitas penunjang yang dibangun untuk menambah kenyamanan pengunjung :

  • Perbaikan jalan dan drainase
  • Rumah makan atau tempat makan yang menyajikan makanan tradisional
  • Tempat parkir
  • Kamar mandi dan WC umum
  • Tempat ibadah
  • Sarana telekomunikasi (Wartel atau Warnet)
  • Poliklinik yang juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat
  • Tempat pengelolaan limbah dan sampah
  • Kantor untuk pegawai

Paket wisata alam dan air yang ada di Kota Samarinda:

1. Wisata alam

  • Air Terjun Tanah Merah
  • Air Terjun Tagur Tinggi
  • Air Terjun Pampang
  • Air Terjun Pinang Seribu Sempaja
  • Goa Tujuh Lubang Barabai Sempaja
  • Waduk Jalatunda Desa Joyomulyo

2. Wisata air

Sungai Mahakam dan Tepian Mahakam, dimana di sungai tersebut dapat dikembangkan berbagai atraksi wisata.

Tepian Sungai Mahakam merupakan objek dan daya tarik wisata yang menampilkan seluruh aktivitas sosial budaya masyarakat Samarinda yang berada di tepian sungai. Aktivitas masyarakat di sekitar sungai misalnya pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi dan untuk mendukung kehidupan sosial sehari-hari.

Strategi Pengembangan:

  • Penataan paket-paket wisata dan jadual kegiatan budaya.
  • Pembangunan infrastruktur di pusat-pusat wisata.
  • Meningkatkan promosi dan menyebarkan informasi objek-objek wisata di Kota Samarinda.

Budidaya Jagung

Berkembangnya industri pakan ternak akan berakibat langsung pada permintaan bahan baku sebagai penyusun pakan ternak berkualitas. Salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan oleh industri pakan ternak adalah jagung. Saat ini luas tanam jagung di Kota Samarinda menempati posisi di bawah tanaman padi dan ketela pohon. Melihat masih rendahnya pemanfaatan lahan untuk komoditi jagung ini maka masih terbuka luas pengembangan potensi dan investasi budidaya tanaman jagung.

Pusat Pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu

Faktor Pendukung:

  • Kesesuaian iklim dan tanah di Kota Samarinda untuk pengembangan komoditi tanaman jagung.
  • Adanya pengembangan pabrik pakan ternak merupakan pasar yang besar untuk usaha budidaya tanaman jagung.
  • Arah pengembangan pertanian Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya akan berpengaruh langsung pada pengembangan komoditi tanaman pendukung bahan pangan lain yaitu bahan baku pakan ternak.

Varietas: Jagung Hibrida

Jagung Hibrida

Strategi Pengembangan:

  • Usaha budidaya tanaman jagung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku lokal pakan ternak.
  • Selain untuk memenuhi industri pakan ternak, usaha budidaya jagung merupakan satu rangkaian usaha pertanian sebagai penyangga sektor industri yang dikembangkan di Kota Samarinda.
  • Komoditi jagung merupakan jenis yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani.

Fasilitas Pendukung Pelabuhan Palaran:

Produksi perikanan Kota Samarinda terbanyak berupa perikanan laut, sebesar 80,25 %. Tingginya produksi perikanan laut di Kota Samarinda ini berpengaruh pada kebutuhan sarana pelabuhan perikanan yang makin tinggi. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan dalam pelabuhan perikanan ini misalnya fasilitas berlabuh kapal, tempat pendinginan ikan (cold storage) dan pergudangan.

Fasilitas pergudangan ini juga terkait dengan makin berkembangnya kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Fungsi pergudangan yang utama adalah mengendalikan arus barang, pengamanan barang dan lingkungan serta untuk menertibkan lokasi perdagangan.

Pusat Pengembangan:

  • Kecamatan Samarinda Ilir

Faktor Pendukung:

  • Produksi perikanan laut Kota Samarinda terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk kota.
  • Program pembangunan pelabuhan perikanan terpadu meliputi tempat pelelangan ikan, cold storage dan pergudangan

Strategi Pengembangan:

  • Pengembangan fasilitas pergudangan dan cold storage harus sejalan dengan volume produksi perikanan yang ada di Kota Samarinda.
  • Untuk lebih meningkatkan kontribusi sektor perikanan laut pada perekonomian Kota Samarinda, perlu dibangun pula fasilitas pengolahan ikan di pelabuhan, misalnya pabrik tepung ikan.
  • Arah pengembangan pelabuhan perikanan harus sejalan dengan program peningkatan aktivitas perdagangan di pelabuhan.