Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Kamis, 12 Oktober 2017 | Oleh: iin

Kontribusi Pendidikan ke IPM Perlu Digenjot

Foto:

SAMARINDA – Menukil data dari neraca pendidikan daerah (NPD) 2016, indeks pembangunan manusia (IPM) Samarinda melampaui persentase tingkat provinsi maupun nasional. IPM Samarinda kini berada di angka 78,69. Sedangkan provinsi pada 74,17 dan nasional 69,55.IPM merupakan indikator pengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat di sebuah daerah. Tiga hal yang jadi indikator angka tersebut yakni rentang usia, wawasan, dan standar hidup layak.IPM memaparkan bagaimana kemudahan penduduk mengakses hasil pembangunan daerah di bidang pendapatan, kesehatan, atau pendidikan. Nah, angka IPM di Samarinda tahun ini adalah peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 78,41. Peningkatan terjadi sebanyak 0,28 poin.Dari bidang pendidikan, nilai IPM dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, angka putus sekolah. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Sudirman menjelaskan, salah satu yang mampu menekan angka tersebut yakni kemampuan finansial masyarakat. “Jadi, yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan elemen pendidikan tidak hanya pemerintah. Swasta dan masyarakat juga,” jelas dia.Menurut dia, kerja sama tiga pihak tersebut harus berjalan harmonis, demi memastikan keberlangsungan dunia pendidikan. “Mulai guru, murid, hingga sarana-prasarana dapat berjalan baik,” terang dia.Tidak hanya itu, indikator IPM dipengaruhi akreditasi sekolah, jumlah pelajar berprestasi, dan menurunnya persentase kenakalan remaja. Untuk mewujudkan itu, lanjut Sudirman, membutuhkan materi. “Tidak hanya uang. Materi juga bisa berarti hal lain yang bisa diperbantukan. Semisal ide, bantuan tenaga, dan sebagainya,” imbuhnya.Hanya, melihat indikator tersebut, kontribusi pendidikan untuk menyokong angka IPM belum banyak terlihat. Pasalnya, di Samarinda, terdapat ribuan kelas dalam kondisi rusak. Itu menurut data neraca pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Perinciannya,  1.028 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan dan 77 ruang rusak berat. Sedangkan yang dalam kondisi baik, berjumlah 775 kelas.Lanjut dia, angka IPM yang meningkat juga akan berdampak positif ke daerah. Salah satunya, menentukan besaran angka dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat.