Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Kamis, 12 Oktober 2017 | Oleh: iin

Wacana Melanjutkan Proyek Mangkrak

Foto:

SAMARINDA – Deretan proyek mangkrak imbas keterbatasan anggaran sedianya sudah jadi sorotan pemkot sejak lama. Sebelumnya, Komisi III DPRD Samarinda membeber sederet proyek yang tak berlanjut karena kondisi keuangan yang sedang sulit. Hal tersebut terungkap setelah mereka menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Samarinda.Proyek tersebut, antara lain, pembangunan SD 5 di Loa Janan Ilir; Jembatan Bungkuk di Jalan Adi Sucipto, Palaran; Jembatan Muang, Samarinda Utara; Puskesmas Temindung di Sungai Pinang; dan Pasar Baqa, Samarinda Seberang.Legislatif mendesak proyek tersebut bisa berlanjut dan kelar pada 2018. Menyikapi hal tersebut, Koordinator Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sugeng Chairuddin mengatakan, semua dapat terwujud setelah ada pembicaraan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda. “Kalau arahnya mendukung akan diakomodasi,” ujarnya.Apalagi, pihaknya tinggal menunggu kesepakatan bersama. Meski demikian, mereka tidak menyampingkan program prioritas yang harus berjalan pada tahun depan. “Silakan saja diangkat. Kalau kata dewan itu harus dilaksanakan, akan kami pertimbangkan,” ungkap dia.Lagi pula, lanjut dia, keinginan itu harus menyesuaikan kemampuan anggaran tahun depan yang hingga kini belum jelas berapa proyeksi nilainya. “Harus disesuaikan dulu. Tidak bisa disimpulkan sekarang. Idealnya yang sesuai dengan kegiatan program kepala daerah,” bebernya.Hanya, dia memastikan, proyek mangkrak yang berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan akan jadi prioritas. “Memang hajat orang banyak. Tapi bergantung anggaran lah. Tidak bisa dipaksakan,” papar sekretaris kota (sekkot) itu.Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno menjelaskan, proyek tersebut harus tuntas tahun depan. “Kami sudah sampaikan pada dinas terkait,” ujarnya.Dia mencontohkan, pembangunan SD 5 yang baru sampai pembangunan struktur bangunan. Ada pula Jembatan Bungkuk yang menyisakan pembangunan jalan. Kondisi lebih parah terdapat di Jembatan Muang, yang hingga kini proyek baru menyelesaikan pemasangan tiang pancang. “Ini kan akses utama masyarakat di sana. Kasihan kalau harus memutar, apalagi roda empat kesulitan melintas,” ungkap politikus PAN tersebut.Sementara itu, Puskesmas Temindung sudah menyelesaikan struktur, namun kelengkapan bangunan belum terpenuhi. Keterbatasan anggaran, menurut Jasno, tidak bisa terus-terusan jadi alasan. “Kami ingin semua dituntaskan, jangan membuat masyarakat bertanya dan terus menilai kinerja pemkot lambat,” tegasnya.

 

Berita Terkait