Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Rabu, 15 November 2017 | Oleh: iin

Bongkar Rumah Warga Waduk Benanga

Foto:

SAMARINDA – Setelah terus berlarut sejak Juni lalu, pemindahan warga di Waduk Benanga, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, dimulakan Rabu (15/11). “Jika bangunannya (rumah) hari ini (kemarin) dikosongkan, kemungkinan pembongkaran dimulai besok (Rabu),” kata Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail.Pemkot Samarinda telah menyerahkan surat tanah kepada warga kemarin. Jadi, warga benar-benar memiliki bukti penunjukan kepemilikan lahan di kawasan trek dayung. Warga juga dibantu sampai pengurusan sertifikat hak milik (SHM).Wawali berkata, pembongkaran bangunan warga dilakukan dengan hati-hati. Material sisa dapat digunakan untuk mendirikan bangunan di lokasi baru. “Masing-masing material dikumpulkan sesuai yang memiliki. Proses pemindahan gotong royong. Kami akan kerja sama dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) Kalimantan III dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Sudah dikoordinasikan,” jelasnya.Dia memastikan, lokasi yang diperuntukkan warga merupakan kawasan dekat dengan permukiman. “Memang lahan pemkot, tapi tepat di samping permukiman dan di tepi jalan. Yang jelas, jauh dari danau (lokasi trek dayung),” tutur dia. Orang nomor dua di Pemkot Samarinda itu menyatakan sudah meninjau lokasi trek dayung bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Dia memastikan, instalasi listrik telah tersedia di sana. “Tinggal dikembangkan,” ungkapnya. “Kaveling lahan yang diterima warga sudah diukur. Sesuai hasil appraisal, nilai lahan pemkot lebih tinggi dari warga. Maka, luas lahan warga di lokasi baru mengecil,” tambah Nusyirwan.Soal uang sewa sementara, selama proses evakuasi, pemkot memberi Rp 1,5 juta untuk setiap rumah. “Untuk sewa dua bulan. Satu bulannya kan Rp 750 ribu,” pungkasnya.Untuk diketahui, proyek penguatan tanggul Waduk Benanga sempat terkendala lahan warga. Awalnya, warga ingin ganti rugi uang, namun pemkot kukuh pada putusan tukar guling lahan. Ada sembilan bidang lahan yang dimiliki warga sekitar waduk, tapi hanya lima rumah yang berada di sana. Sisanya merupakan lahan kosong.

Berita Terkait