Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Kamis, 07 Desember 2017 | Oleh: iin

Kebut Proyek Jelang Akhir Tahun

Foto:

SAMARINDA – Menjelang akhir tahun, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengajak berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis meninjau langsung pengerjaan fisik yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Pemukiman Samarinda. Di tengah hujan deras, orang nomor satu di Samarinda ini tak ingin mengurungkan niatnya meninjau titik pengerjaan fisik yang sudah direncakan sebelumnya. Tinjauan pertama menuju pembangunan kantor Lurah Air Putih yang sudah siap pakai bahkan Jaang memastikan tahun depan segera digunakan. Selanjutnya tinjaun bergerak menuju peningkatan Jalan Teluk Kedodong menuju Berambai Samarinda Utara. Meski terbilang baru berjalan hingga 25 persen, namun Jaang meyakinkan proyek ini bisa tuntas akhir tahun.“Ini kan tinggal pengecoran saja ya sampai akhir tahun selesai saja meskipun saat ini baru berjalan,” ujar Jaang. Untuk diketahui proyek ini menggunakan APBD Samarinda Rp 8,81 miliar yang dikerjakan oleh PT Singgasana Konstruksi.Selanjutnya peninjauan dilanjutkan ke Jalan dan Jembatan Betapus yang kini sudah mencapai 90 persen. Untuk jalannya sudah 100 persen dengan anggaran Rp 14,34 miliar sedangkan jembatan senilai Rp32,57 miliar.“Ini juga sebentar lagi selesai dan bisa digunakan untuk masyarakat,” tutur Jaang. Ia pun tak segan menyusuri dan membuktikan sendiri pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana PT Abel Bersaudara dan PT Berkat Indohana Lestari. Setelah puas di Jalan Betapus, ia juga meninjau kegiatan peningkatan jalan dan jembatan menuju Air Terjun Pinang Seribu yang dianggarkan pada APBD murni Rp 4,58 dan APBD Perubahan Rp 4,52 miliar.“Ini nantinya akan tembus sampai ke Jalan Berambai dan tinggal penyelesainnya saja,” terang Jaang.Tinjuan akhir di Kecamatan Samarinda Utara yaitu semenisasi dan drainase Jalan Ahim RT 07 Sempaja Barat. Bahkan lokasinya sempat viral atas protes masyarakat yang menanam pisang. Kini telah mendapatkan anggaran Rp1,9 miliar dan dikerjakan oleh CV Rosdina Perkasa.“Semoga tidak ada lagi pohon pisang yang ditanam oleh masyarakat. Memang pembangunan itu harus pelan-pelan. Ini saja masih defisit pemkot masih bisa membangun kan,” demikian Jaang.

Berita Terkait