Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Selasa, 09 Mei 2017 | Oleh: admin

Wisata Alam Terus Diupayakan

Foto: dok. Wisata Sunga Mahakam

SAMARINDA – Sektor pariwisata diproyeksikan menjadi pendulang rupiah bagi pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda. Hanya, harapan tersebut masih jauh dari ekspektasi.Minimnya wisata bernuansa alam di Kota Tepian menjadi musababnya. Sempat menggeliat begitu berdirinya kebun binatang Hery Susanto alias Abun. Namun, belum juga beroperasi, kebun binatang sang pengusaha tersebut digusur karena keberadaannya tepat di jalur jalan tol.Pilihan pun kembali ke Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Tetapi, sejak 1 Maret, KRUS tutup. Penyebabnya adalah jumlah pengunjung yang rendah. Manajemen KRUS harus berpikir keras untuk menghidupi wahana wisata yang dikembangkan sejak era Soeharto tersebut.“Saat ini, kami masih melakukan renovasi terlebih dahulu sama pembenahan manajemen,” terang Ariyanto, kepala KRUS.Dia mengungkapkan, penurunan kunjungan sedikit banyak dipengaruhi pemindahan orangutan. Ariyanto memaklumi, kawasan KRUS belum memiliki izin untuk konservasi orangutan. Selain itu, KRUS bukan nama yang tepat. Sebab, jika bernama kebun raya, status pengelolaannya di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Untuk itu, pihaknya masih melakukan perombakan manajemen hutan pendidikan yang juga punya tujuan khusus. Jadi, bisa meningkatkan kemungkinan mendapatkan izin untuk mengelola orangutan. Ariyanto pun mengaku pihaknya sudah mendapat tawaran untuk penambahan satwa.“Kemarin manajemen kami mandiri. Saat ini, kami lagi peralihan dan akan bekerja sama dengan Unmul (Universitas Mulawarman) untuk pengelolaannya,” imbuh Ari.Samarinda sebenarnya punya potensi untuk wisata alam lain. Seperti Sungai Mahakam yang saat ini mulai dilirik dengan adanya kapal wisata yang menyusuri sungai terpanjang di Kaltim itu. Rutenya area Samarinda hingga Tenggarong, Kutai Kartanegara. Selain itu, ada Air Terjun Pinang Seribu yang berlokasi di Samarinda Utara.