Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Kamis, 13 Juli 2017 | Oleh: sri indarni amalia

Di Samarinda, Kuliner yang Menjanjikan, Naik 9 Persen

Foto:

SAMARINDA – Prioritas Pemkot Samarinda untuk membayar utang membuat anggaran yang tersedia tak cukup untuk pembangunan. Meski situasi keuangan tengah sulit, pemkot masih memberi celah bagi pengembangan ekonomi mikro.“Sektor UMKM (usaha mikro kecil menengah) ataupun start-up, akan didukung,” ucap Kasubag Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Barlin Hady Kesuma. Program yang berhubungan dengan ekonomi mikro digencarkan. Seperti tumbuhnya aneka usaha-usaha kecil di Samarinda. Peluang kuliner pun dianggap paling relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Apalagi, masyarakat Samarinda tergolong konsumtif mengingat latar belakang sebagai pekerja di sektor formal.Berdasarkan data dari Bappeda, sektor kuliner pun mencatut tren positif terhadap pertumbuhan ekonomi yakni 9 persen. Hal ini bisa dilihat dengan menjamurnya aneka kafe, angkringan, hingga usaha makanan pesan-antar.Disebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda Akhmad Maulana. Banyak jalan-jalan di Samarinda yang jadi sentra kuliner. Jika sebelumnya Jalan Lambung Mangkurat didapuk sebagai sentra nasi kuning. “Bisa dilihat kalau di Jalan Juanda tiap malam itu penuh kafe dan kedai,” kata Maulana.Selain itu, Samarinda sebentar lagi bakal dibangun dua rumah sakit besar. Diperkirakan keberadaan rumah sakit tersebut juga mampu mendongkrak sentra kuliner di sekitarnya dan menyerap banyak tenaga kerja khususnya di bidang kesehatan.