Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Kamis, 13 Juli 2017 | Oleh: sri indarni amalia

Perbaikan Menggunakan DAK

Foto:

SAMARINDA - Ada 133 ruang kelas di Samarinda mengalami kerusakan parah. Bagi sekolah yang memiliki kelas rusak parah, tidak ada pilihan selain bersabar. Sebab, anggaran untuk membangun ruang kelas terbatas. APBD pun banyak diperuntukkan untuk operasional sehari-hari. Jika ada perbaikan dan pembangunan, itu bersumber pada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Mispoyo, mengatakan, ada Rp 29 miliar dari DAK untuk perbaikan."Sekolah mana saja, bergantung kebijakan pusat. Mereka yang menentukan dan menilai langsung. Timnya dari Jakarta” terang Mispoyo.Uang tersebut diperuntukkan untuk pembangunan ruang kelas maupun ruang praktik. Khusus untuk SMA/sederajat di Kaltim. Sementara, untuk SD dan SMP, terpisah di kabupaten/kota. Meski begitu, Disdikbud Kaltim memiliki anggaran sendiri sekitar Rp 1 miliar. Anggaran ini diperuntukkan perbaikan-perbaikan kecil di sekolah yang tak membutuhkan dana banyak. Seperti menambah pengecoran halaman sekolah dan sebagainya. Nah, Disdikbud sendiri akan mengucurkan dana berdasarkan tingkat kedaruratan."Saat ini, anggaran yang ada juga pas-pasan. Jadi, kami menganggarkan juga hati-hati biar bisa efektif dan efisien," pungkas Mispoyo.Pada dasarnya, selain mengandalkan dari pemerintah. Sekolah bisa mengandalkan upaya perbaikan dari CSR (corporate social responsbility). Hanya, hal ini memang tidak mudah mendapatkannya. Tidak semua perusahaan mengabulkan permintaan CSR dari sekolah.