Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Selasa, 12 September 2017 | Oleh: iin

pembokaran Reklame Di Jalan

Foto:

SAMARINDA – Upaya penertiban reklame median jalan mulai menunjukkan hasil. Sejumlah pariwara raksasa yang berdiri di median jalan, satu per satu dibongkar. Menyusul pembangunan fondasi reklame di tepi jalan yang sudah sesuai aturan.Kabid Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jusmarandhana Alus mengatakan, dari 64 titik yang masuk target pembongkaran, baru 32 di antaranya telah terlaksana. Kini, pihaknya masih berfokus membongkar media iklan di kawasan perkotaan. Setelah itu, baru menyusul membongkar reklame di tepian kota.Pembongkaran itu, mereka tidak bisa berjalan sendiri. Keterbatasan anggaran, mereka berharap besar kepada kerja sama pengusaha. Pasalnya, untuk membongkar sebuah reklame, membutuhkan dana sedikitnya Rp 30 juta. “Sedangkan kami tidak memiliki anggaran,” tutur dia.Menargetkan pembongkaran rampung akhir tahun, kini para pengusaha masih diberi toleransi. “Jadwal pembongkaran, yakni satu titik setiap minggu. Karena pembongkaran membutuhkan waktu paling cepat tiga hari. Selain alat bongkarnya terbatas, berharap cuaca bisa mendukung juga,” urai dia.Tidak hanya itu, pembongkaran beberapa reklame juga terkendala izin yang masih berlaku hingga akhir tahun. “Tapi, kalau kontraknya sudah habis dan tidak (pengusaha) mengindahkan, akan kami bersihkan,” paparnya. Sejauh ini, para pengusaha sudah kooperatif.Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Periklanan Indonesia (APPSI) Kaltim M Khalil menyebut, tidak semua pengusaha bisa memenuhi permintaan pemerintah untuk membongkar reklame. Itu tidak lepas dari situasi pelemahan ekonomi belakangan ini. “Turun sampai 70% sejak empat tahun terakhir. Makanya kami kesulitan dana,” sebut dia.Selain itu, beberapa reklame kini masih berdiri karena izin masih berlaku. “Memang belum kami pindahkan. Tapi, dalam waktu dekat, kami akan menurunkan dua lokasi, sisanya akan bertahap sesuai kemampuan,” kata dia.Dia pun berterima kasih kepada pemkot karena bisa memahami kondisi yang dihadapi pengusaha. Salah satunya dengan memberi toleransi masa pembongkaran.Hanya, dia berharap, selanjutnya pemkot juga bisa memperhatikan masalah penataan reklame. “Bukan saja estetika penempatan, tetapi sesuai komitmen awal. Tidak akan mengeluarkan IMB (izin mendirikan bangunan) baru. Yang ada saja sudah tidak tertata, jadi harus benar-benar diawasi,” imbuhnya.