Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Selasa, 12 September 2017 | Oleh: iin

Program Pengendalian Banjir

Foto:

PROGRAM pengendalian banjir disepakati berjalan tanpa skema tahun jamak (multiyears contract/MYC). Diganti menjadi skema penanganan banjir tersebar. Artinya tidak terfokus pada dua wilayah seperti yang direncanakan sebelumnya, yakni kawasan Jalan DI Pandjaitan dan KH Wahid Hasyim.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Asli Nuryadin mengatakan, anggaran penanganan banjir tersebar, takkan berbeda dengan yang disusun untuk pelaksanaan MYC. Tetap Rp 35 miliar. “Bahkan nilainya bisa lebih, sebab ada beberapa utang masih di-review BPK (Badan Pengawas Keuangan) untuk pembayarannya. Jadi anggarannya berpeluang digunakan untuk kegiatan pengendalian banjir,” ujar dia.Asli menjelaskan, peralihan skema itu bukan tanpa alasan. Disebutkan, banjir kini sudah menyebar. Ketimbang Berfokus kepada segelintir wilayah dengan skala besar, lebih baik penanganannya menyebar, meski berskala lebih kecil. “Jadi akan mengoptimalkan normalisasi drainase,” urai mantan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda tersebut.Sementara ini, normalisasi drainase sudah berjalan. Pemkot mengandalkan jasa Satuan Tugas (Satgas) Hantu Banyu untuk mengeruk drainase yang dangkal. “Memang tidak bisa memprediksikan bagaimana kondisi keuangan ke depan. Makanya kami jalankan kegiatan kecil namun bisa mengurangi banjir,” jelas dia. Penanganan banjir berskala lebih besar, yakni yang mengandalkan jasa alat berat, baru akan dialokasikan pada APBD Murni 2018. “Ada OPD (organisasi perangkat daerah) yang mengusulkan. Tapi tergantung kebutuhan lah,” pungkas Asli Nuryadin.

Berita Terkait

Resolusi SKM 2025

12 Desember 2017

Pendidikan Jadi Kunci

12 Desember 2017