Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Selasa, 12 September 2017 | Oleh: iin

tetap berharap Uluran Pemprov

Foto:

SAMARINDA – Penyelesaian masalah lahan di tiga proyek di Samarinda berpeluang lebih mudah. Pasalnya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan di APBD Perubahan 2017.Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengalokasikan Rp 11 miliar untuk menyelesaikan masalah sosial di tiga proyek. Ketiganya adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan, pembebasan lahan sekitar flyover, dan jalan pendekat Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II ke wilayah Samarinda Utara.Hal tersebut disampaikan Kabag Infrastruktur Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda Ibrohim. Idealnya, untuk mengakomodasi kebutuhan pembebasan lahan secara menyeluruh, pemkot perlu Rp 62 miliar. Namun, kondisi keuangan yang belum memadai, angka tersebut tetap menjadi angin segar.Untuk pembebasan lahan di sekitar flyover, sempat terhambat karena pemilik lahan tidak di Samarinda. “Kami kesulitan waktu hendak membayar, tapi sekarang sudah bisa ditemui,” tutur dia.Meski begitu, alokasi tersebut tetap menunggu kepastian APBD-P hingga disahkan. “Karena belum disahkan, belum tahu perinciannya. Kalau tidak salah, selain tiga itu, ada pembebasan lahan di tempat lainnya,” urai dia.Sedangkan untuk pembebasan lahan jalan pendekat Jembatan Mahkota II, tetap ditangani pemkot. Sebelumnya, ada rencana meminta bantuan pemprov untuk menindaklanjuti proyek itu. “Tapi belum ada kepastian, kami masih menunggu. Apalagi, kondisi keuangan sangat tidak memungkinkan,” terang dia.Sebelumnya, Kabid Keagrariaan Dinas Pertanahan Yusdiansyah mengatakan, tidak mengetahui secara pasti titik lahan yang akan dibayar menggunakan anggaran Rp 11 miliar itu. “Saya memang ada mendengar, tapi tidak mengetahui secara pasti. Apalagi kalau ada segmen baru,” ungkap