Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Samarinda

Berita

Senin, 12 Februari 2018 | Oleh: iin

Deklarasi Samarinda Bebas Anjal-Gepeng Kian Dekat

Foto:

Peraturan Daerah (Perda) tentang Anjal-Gepeng, sudah selesai diberi nomor. Ya, Perda Nomor 7/2017 tentang Anjal-Gepeng ini segera diterapkan. Nah, untuk menandai hal itu, dilaksanakan pencanangan Samarinda bebas anjal-gepeng. Ditargetkan, deklarasi Samarinda bebas anjal-gepeng pada awal Maret oleh menteri sosial (mensos).“Dalam pencanangan itu, akan dipasang 15 plang mengenai perda dan poin di dalamnya. Terutama soal pemberi uang kepada anjal-gepeng akan mendapatkan sanksi. Baik anjal-gepengnya dan juga pemberi,” kata Kepala Dinas Sosial Samarinda Ridwan Tassa. Selain memasang plang di 15 titik, juga dicetak 50 lembar spanduk/baliho yang akan dipasang di seluruh persimpangan di Samarinda. “Juga ada brosur yang dibagikan kepada warga,” lanjutnya.Untuk sekarang pihaknya sedang fokus tahapan sosialisasi. Setelah cukup langsung menentukan satu tempat untuk seremonial. “Kalau mensos menunggu kesiapan kami saja,” katanya. Lanjut dia, selain sosialisasi pihaknya juga akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk penertiban. “Dimatangkan dulu. Masa ya, ketika deklarasi anjal-gepeng masih berkeliaran di jalan,” sebut dia.Yang jelas, kata dia, akan ada pegawai yang disebar untuk memonitoring dan memasang kamera di setiap persimpangan. “Ini terus diawasi, semoga dengan gerakan ini, masyarakat tahu bahwa memberi itu juga melanggar dan ada sanksinya,” jelas Ridwan. Meski begitu, Ridwan tidak menutup mata bagi warga yang ingin memberi bantuan pada anjal-gepeng tersebut. Pihaknya akan membuka rekening khusus bagi yang ingin memberikan bantuan. “Artinya kalau mau membantu orang terlantar dan dapat disekolahkan silakan transfer. Kan nomor rekeningnya dapat dilihat di spanduk dan plang,” bebernya.Apabila ada warga yang ingin menyumbang bagi warga kurang mampu, pihaknya juga membuka kotak amal di lima masjid. Yakni Masjid Raya Darussalam, Masjid Islamic Center, Masjid Al Ma’ruf, Masjid Agung Pelita, dan Masjid Al Khair Air Putih. “Nanti akan kami sosialisasikan juga,” terang dia. “Pastinya anjal umur sekolah akan dititip di panti anak agar disekolahkan. Kalau ada keluarganya akan dikembalikan. Setidaknya dapat mengurangi anjal-gepeng,” pungkas Ridwan.Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP AKBP Ruskan mengatakan, pihaknya kerap berpatroli untuk memantau keberadaan anjal dan pedagang kaki lima (PKL). “Kalau ketemu langsung kami tertibkan,” ucap dia. Ruskan mengaku, siap bersinergi jika diminta Dinas Sosial. Dia menilai, permasalahan anjal dan gepeng harus dituntaskan bersama. “Sudah menjadi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami. Kami harap semua pihak dapat bekerja sama,” tutupnya.