Pemerintah Kota Samarinda

BAPPEDA

Ke atas

Garap Komoditas Pangan

   Noviyanto Rahmadi
30 January 2018
139  Kunjungan
0  Komentar

Sumber Foto: -

SAMARINDA – Sejatinya banyak peluang usaha yang bisa digarap Perusahaan Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) Samarinda. Salah satunya, komoditas pangan. Pemkot Samarinda meminta PDPAU terjun menggarap usaha tersebut. “Ya, kami meminta PDPAU garap usaha ini. Mereka bisa saja menjadi penyedia komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, atau gula,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Nusyirwan Ismail.Wawali sudah meminta PDPAU berkomunikasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengenai penyediaan komoditas. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada PDPAU mengenai usaha apa yang ingin dikerjakan. “Bergantung PDPAU. Kami tidak menginstruksikan, hanya ingin mereka mengambil peran untuk stabilisasi harga. 

Tapi tetap dalam orientasi bisnis yang menguntungkan,” ujarnya. Tambah dia, dalam usaha ini, pemkot tidak akan terlibat jauh. Bahkan, dia menegaskan, pemkot tak menyertakan modal. Pasalnya, PDPAU adalah jenis usaha daerah, berbeda dengan PDAM yang merupakan usaha investasi. “(PDPAU) Beda dengan lainnya. Yang lain (BUMD) kadang memerlukan perawatan dan lainnya. Begitu juga BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang perlu mendapat sokongan modal agar dapat memberikan pinjaman kepada rakyat kecil,” ungkapnya.

Lanjut dia, PDPAU dapat bergerak di berbagai usaha jasa. Jadi, untuk penambahan modal, cukup dengan mengajukan pinjaman ke bank. Apalagi mereka pernah meminjam Rp 200 juta untuk perawatan rusunawa II. “Kecuali usahanya pabrikasi, pasti kami beri sokongan modal,” jelasnya.Dikonfirmasi terpisah, Dirut PDPAU Khairul Fadli mengatakan pernah membahas usaha ini bersama pemkot, namun belum mendetail. “Sudah kami wacanakan. Tapi penjualan beras saja yang sudah ada perencanaannya. Telah masuk rencana jangka panjang perusahaan, bahkan tahun ini bisa jalan,” jelasnya.Disinggung mengenai modal, Fadli mengutarakan, itu menjadi kendalanya. 

Kendati demikian, dia yakin tetap dapat berjalan dengan sistem kerja sama operasi (KSO). “Akan ada perjanjian mengenai teknisnya, yang penting kami menjalankan usaha itu. Karena KSO akan berbagi keuntungan. Setidaknya saya sudah membuka komunikasi kemitraan,” katanya.Dia menyampaikan tak mungkin menolak permintaan pemkot meskipun tidak disertai sokongan modal. “Saya bersyukur pemkot tetap memercayakan PDPAU agar berkembang. Dengan itu, kami bisa meyakinkan rekanan untuk menjalin kerja sama. Kami mengembangkan usaha apa, tinggal menawarkan. Siapa tahu ada pengusaha lokal yang mau bermitra dengan PDPAU,” sambungnya.Menurut dia, untuk membuka usaha beras, harus memikirkan pasokan dan asal pasokan. Terlebih, ini merupakan usaha jangka panjang. “Bagus kalau saya bisa berdayakan petani lokal. Yang jelas, kami perlu memastikan masalah pasokan lebih dulu,” pungkasnya.

Tidak Tersedia dalam mode landscape