Pemerintah Kota Samarinda

BAPPEDA

Ke atas

Investor Tawarkan Rp 4,5 Triliun

   Administrator
30 January 2018
132  Kunjungan
0  Komentar

Sumber Foto: -

SAMARINDA – Pemkot Samarinda kembali mendapat penawaran pengelolaan sampah menjadi energi. Kali ini, tawaran datang dari perusahaan asal Guangdong, Tiongkok, bernama Green Energy Technology. Tawaran tersebut adalah yang kesekian kalinya bagi pemkot.Tahun lalu, enam perusahaan asing menawarkan diri mengelola sampah menjadi energi listrik di Kota Tepian. Perusahaan itu antara lain dari Jerman, Rusia, Tiongkok, India, Jepang, dan Singapura. Namun, kini kabar mengenai enam perusahaan tersebut seolah hilang terbawa angin.Dengan datangnya investor asal Guangdong, Pemkot Samarinda berharap dapat menjalin kerja sama. 

Apalagi, investor tersebut menawarkan investasi 100 persen.Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Sekkot Samarinda Endang Liansyah. Menurut dia, tawaran investasi kali ini berbeda dengan beberapa tawaran sebelumnya. “Investor sebelumnya meminta pemkot menyediakan lahan dan sokongan modal. Makanya tidak jalan,” ujarnya.Endang menegaskan, pemkot tidak ikut dalam investasi, baik anggaran maupun lahan. “Kalau bisa menolong membersihkan sampah, kami sudah senang. Apalagi mereka telah bekerja di bidang ini sejak 1996,” terangnya.Investasi yang ditawarkan perusahaan Green Energy Technology senilai Rp 4,5 triliun. Investor hanya meminta pemkot memberi rekomendasi izin usaha dan saran mengenai lokasi ideal pembuatan pabrik.“Mereka yang membayar lahan dan biaya lainnya. Apalagi pemkot sudah punya Kecamatan Palaran sebagai daerah strategis perindustrian,” ungkapnya.Mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda itu menjelaskan, investor dari Negeri Tirai Bambu tersebut dapat mengolah sampah menjadi beberapa bahan energi. 

Di antaranya, minyak dan listrik. Juga, dapat mengolah batu bara berkualitas rendah.Cara produksinya dengan mencampur sampah dengan batu bara sehingga menjadi energi. “Ini menguntungkan. Mereka ingin masuk secepatnya. Saya instruksikan agar membuat surat untuk wali kota. Dengan menyampaikan nama perusahaan, bidang, tawaran, dan keperluannya,” kata Endang.Jika kerja sama itu terealisasi, retribusi untuk daerah juga ada. Apalagi perusahaan akan menjual hasil produksinya di Kaltim. “Tapi, kami belum membicarakan mengenai besaran retribusinya,” ungkap dia.Dalam sehari, perusahaan membutuhkan 50–1.500 ton sampah untuk diolah. Sementara itu, sampah di Samarinda per hari mencapai 800 ton. “Saya rasa memadai saja,” pungkasnya.

Tidak Tersedia dalam mode landscape