Pemerintah Kota Samarinda

BAPPEDA

Ke atas

Bankeu Difokuskan ke Proyek Drainase

   Administrator
05 March 2018
70  Kunjungan
0  Komentar

Sumber Foto: pro kaltim

SAMARINDA – Tahun ini, Pemkot Samarinda mendapat bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov Kaltim Rp 153 miliar. Selain itu, ada tambahan Rp 30 miliar dari transfer pemprov yang terhambat disalurkan tahun lalu.Demikian diungkapkan Koordinator Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda Sugeng Chairuddin, kemarin (1/3). Hasil evaluasi dan informasi mengenai bankeu tersebut diketahuinya sejak 21 Desember lalu. “Semua usulan yang menjadi skala prioritas sudah disetujui,” ujarnya.Usulan yang dimaksud Sugeng, meliputi pekerjaan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, lebih pada pengendalian banjir seperti proyek drainase. “Sama seperti tahun lalu, proyek ini kami laksanakan untuk seluruh kecamatan,” ungkapnya.Sementara itu, untuk nonfisik, Sugeng mengatakan, biasanya digunakan untuk pembayaran gaji guru. “Saya tidak mengetahui secara pasti mengenai nominal masing-masing. Yang jelas, dananya sudah pasti,” jelasnya.Hanya, kata dia, pencairan bankeu tak semudah yang dikira. Pasalnya, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk pencairan dana itu. “Pencairan ada tahapannya. Biasanya kegiatan yang dijalankan harus benar-benar efektif,” terang dia.Jika tidak, pencairan tahap kedua akan sulit terlaksana. Ini harus benar-benar selektif dan perlu dikawal. “Kalau tidak belum tentu bisa cair. Makanya, harus terus dievaluasi. Ini kan anggaran sudah pasti, cuma belum turun,” paparnya.“Langkah ini (evaluasi) harus benar-benar terlaksana. Anggaran yang diterima harus dimanfaatkan. Apalagi sekarang, pemkot keterbatasan anggaran,” kata Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda ini.Tidak hanya bankeu, pembahasan terhadap penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 pun telah terlaksana. Jadi, dapat terserap maksimal. Apalagi kucuran DAK yang diterima tahun ini hanya Rp 77 miliar, menurun dari DAK tahun lalu yang mencapai Rp 103 miliar. “Kami berharap, serapannya minimal 95 persen,” jelasnya.Pemkot telah menyiapkan tim khusus sebagai wadah konsultasi mengenai penggunaan DAK. Setiap Jumat ada pembahasan DAK. “Jadi, kemungkinan untuk bankeu bisa kami bentuk tim khusus juga,” pungkasnya.

Tidak Tersedia dalam mode landscape