Pemerintah Kota Samarinda

BAPPEDA

Ke atas

Konsultan Belanda Lirik Banjir

   Administrator
05 March 2018
229  Kunjungan
0  Komentar

Sumber Foto: pro kaltim

SAMARINDA. Mengatasi banjir di Kota Tepian bagai mengurai benang kusut. Sulit teratasi. Namun konsultan asal Belanda menawarkan jasa mengatasi banjir di Kota Tepian. Menanggapi soal itu, Pjs Wali Kota Samarinda Zairin Zain mengatakan konsultan dari Belanda yang merencanakan Samarinda bebas banjir harus sekaligus membawa investor. “Sehingga hasil kerjasamanya perlu kita perhitungkan. Apakah mau bayar dari APBD tahunan atau sumber pendapatan lain dari APBN yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya belum lama ini. Karena kalau semata mengharap APBD maka berat sekali. Dan kemungkinan pemkot tidak menerima tawaran tersebut. “Lebih baik kita merencanakan apa yang sudah dirancang Kota Samarinda. Itu yang kita tegaskan kepada Dinas PUPR, agar disampaikan ke pihak konsultan,” tuturnya. Meski demikian, Zairin berharap ada undangan dari kedutaan Belanda kepada Pemkot Samarinda untuk membicarakan hal itu. Dia lalu mencontohkan seperti kerja sama Pemprov Kaltim dengan Rusia. “Kedutaan Rusia yang memanggil kita ke sana, sehingga dia bisa menginformasikan dana yang dimaksud itu sifatnya apa dan hal teknis lainnya,” tandas Zairin. Diketahui, Belanda terletak di daerah yang posisinya lebih rendah dari permukaan laut. Tetapi dengan sejumlah penanganan cermat, mereka bisa mengatasi drainase dengan baik. Hingga kini Negeri Kincir Angin tersebut memang masih mampu menyandang predikat sebagai negara terbaik dalam urusan pengelolaan drainase. Pola pembangunan di Belanda bisa diadopsi ke Samarinda karena ada kemiripan letak topografi yang berada di dataran rendah. Sebenarnya, di era kepemimpinan Achmad Amins sebagai wali kota, sempat dilakukan studi banding. Bahkan sempat muncul wacana membangun pintu air di muara Sungai Karang Mumus namun hingga kini tak kunjung terealisasi

Tidak Tersedia dalam mode landscape